TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu pengunjung mandi dan melakukan ritual di Petirtaan Jolotundo, Mojokerto.

Mandi di Petirtaan Jolotundo Bikin Awet Muda

Salah satu pengunjung mandi dan melakukan ritual di Petirtaan Jolotundo, Mojokerto.

MOJOKERTO, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Candi Jolotundo yang berada Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang masih kokoh berdiri sampai saat ini. Di sekitarnya, terdapat petirtaan yang banyak dikunjungi wisatawan untuk mandi karena dianggap bisa bikin awet muda.

 

DIKUTIP dari berbagai sumber catatan sejarah, Candi Jolotundo merupakan bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana dari Bali, setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan dan diperuntukan bagi Raja Airlangga.

Banyak ikan di Petirtaan Jolotundo, Mojokerto.

Secara geografis, letak Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan air laut,  tepatnya di Bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan, masuk Dukuh Balekambang. Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Harga tiket masuk tak terlalu mahal, hanya Rp.10.000 untuk dewasa dan Rp 7.000,- untuk anak-anak.

Papan nama Petirtaan Jolotundo, Mojokerto

Menurut Irwan Bhaswara, salah satu pengunjung sekaligus praktisi spiritual asal Kota Malang, Petirtaan Jolotundo, pada malam-malam tertentu sangat ramai dikunjungi orang, terutama malam Selasa Kliwon dan  malam Jumat Legi.

“Karena banyak yang mengatakan, mandi di petirtaan ini dan melakukan semedi di tempat tersebut dapat membuat awet muda dan banyak juga khasiatnya. Banyak orang menyakini, petirtaan ini memiliki sumber mata air yang kualitasnya terbaik setelah air zam zam atau nomer dua di dunia,” kata Irwan, Sabtu (04/01/2019) siang. (roz/mat)