25 Mei 2024

`

Mahasiswi FH UMM Ini Sabet Juara Pertama Lomba Esai Nasional

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Qurrota A’yun, mahasiswi semester enam Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menyabet juara pertama lomba esai tingkat nasional yang diadakan Perpustakaan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, 23 April 2024. Saat itu, dia mengangkat isu kesejahteraan pendidikan anak.

 

Qurrota A’yun, mahasiswi semester enam Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menyabet juara pertama lomba esai tingkat nasional yang diadakan Perpustakaan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, 23 April 2024.

 

NUYA —sapaan akrab Qurrota A’yun— memang menyukai bidang ini. Ia membuat esai dengan mengangkat isu Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang masih belum memiliki fasilitas perpustakaan. “Kalau saya fokusnya di Blitar. Karena sepengetahuan saya, LPKA di sana masih belum terdapat perpustakaan yang mumpuni,” katanya.

Qurrota A’yun, mahasiswi semester enam Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menyabet juara pertama lomba esai tingkat nasional yang diadakan Perpustakaan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, 23 April 2024.

Padahal pendidikan merupakan hal vital bagi seluruh anak, tak terkecuali bagi anak yang sedang dibina di LPKA. “Anak usia dini cenderung memiliki mentalitas yang belum stabil, sehingga jika tidak ada fasilitas pendidikan seperti perpustakaan, dikhawatirkan ketika sudah keluar dari LPKA akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Sebagai informasi, LPKA merupakan lembaga pembinaan bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pidana. Hal ini diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Peradilan Anak. Tak hanya dibina, anak-anak yang menjalani masa pidana di LPKA wajib mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak pada umumnya.

Sementara itu, keahlian Qurrota A’yun dalam menulis sudah dipupuk sejak kecil. Sejak SMP ia mulai aktif membuat cerita pendek (cerpen) dan mengikuti beberapa lomba kepenulisan. Saat SMA, ia juga aktif mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan esai. Walaupun belum mendapat juara, namun keahliannya dalam menulis tak terhenti begitu. Bahkan ia sudah menggarap jurnal yang akan segera ia submit. “Target saya, lulus dengan jalur terbit jurnal tanpa skripsi. Maka dari itu, sejak semester tiga saya sudah mulai menulis jurnal kolaborasi bersama dosen,” ujarnya.

Salah satu jurnal yang ia tulis mengenai hak masyarakat terhadap partisipasi politik yang saat ini masih ditahap editing. Ada juga jurnal yang mengangkat isu implementasi blue economy pada peraturan kelautan yang juga masih dalam tahap review. Tak hanya aktif di bidang akademik, Nuya juga aktif dalam beberapa organisasi, seperti Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) UMM sebagai staf kemendikbud dan UKM Atletik sebagai staf dokumentasi.

Terakhir, ia sangat berterima kasih kepada orang tua dan pihak UMM yang telah memberikan dukungan penuh. “Banyak sekali bantuan yang UMM berikan, seperti bantuan akomodasi dan bimbingan dosen. Ke depan saya ingin tetap aktif untuk mengikuti perlombaan dan menulis jurnal. Karena saya memiliki cita-cita menjadi tim riset analisis dampak lingkungan dan dosen. Pesan saya buat anak-anak muda agar aktif pada apa yang disukai,” jelasnya. (div/mat)