26 Juni 2024

`

Mahasiswa Unesa Ciptakan Alat Pemerah Susu Sapi

2 min read

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya, Jawa Timur,  merancang mesin pemerah susu sapi semi-otomatis untuk memudahkan proses produksi bagi pelaku usaha kecil dan menengah  (UKM) susu sapi perah. 

 

Tim mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya, Jawa Timur, merancang mesin pemerah susu sapi semi-otomatis untuk memudahkan proses produksi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) susu sapi perah.

INOVASI yang tercipta dari keresahan terhadap kondisi UKM yang masih mengandalkan tenaga konvensional atau manual ini dibuat Akdri Bagus Zulvikar, Ahmad Sabili, M Shihab Akbar, Muhammad Rardin dan Abdul Latif Sanni. Mereka dibimbing Novi Sukma Drastiawati.

“Temuan di lapangan, UKM susu sapi perah yang masih sangat tradisional, butuh tenaga yang banyak dan waktu yang panjang. Ini kan sudah zamannya teknologi dan produk di pasar pun kompetitif. Agar bisa bersaing, UKM butuh proses produksi yang efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas susu yang dihasilkan,” jelas Novi,  dikutip dari laman unesa.ac.id, Senin (24/04/2023).

Mahasiswa yang tergabung dalam tim inovasi Unesa lantas melakukan riset dan pendalaman. Mereka membuat sebuah mesin khusus yang membantu proses produksi susu sapi perah. “Kami temukan ide dan langsung membuatnya. Kemudian kami tawarkan alat ini kepada UKM. Rupanya banyak yang merespons positif,” beber Novi.

Novi mengatakan,  mesin tersebut sudah digunakan UKM susu sapi perah. Salah satunya UKM di Singolangu, Sarangan, Kecamatan Plaosan,  Kabupaten Magetan, Jawa Timur. “Respons mereka terhadap mesin tersebut sangat bagus dan merasa terbantu,” katanya.

Menurut Novi, selain pekerjaan bisa lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan relatih tidak terlalu besar, karena mesin tersebut menggunakan daya relatif kecil sehingga tidak terlalu berdampak pada biaya listrik.

Dia menamabhakn, mesin tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tenaga listrik yang dibutuhkan relatif kecil, tetapi memiliki kekuatan penyedotan cukup bagus. Kedua, karet yang digunakan pada puting sapi disesuaikan dengan kondisi puting  sapi, tidak terlalu keras atau lunak.  Ketiga, setiap tabung penyedot susu disiapkan untuk jenis sapi yang berbeda-beda.

Keempat,  pengguna bisa mengatur kecepatan penyedotan lewat pulsator. Kelima, proses pompa  tidak berisik. Keenam, proses maintenance mesin terbilang gampang, bisa menggunakan oli hidrolik yang banyak di pasaran. Ketujuh, komponen mesin menggunakan bahan food grade, sehingga, aman dan susu yang dihasilkan tidak terkontaminasi bakteri.

“Ada beberapa tahap cara kerja mesin ini. Pertama, bersihkan putting  sapi terlebih dahulu, lalu pasangkan milk claw pada puting sapi yang akan diperah. Kedua, aktifkan mesin dengan  mencolokkan saklar vacuum pump pada stop kontak. Ketiga, tunggu mesin bertekanan daya hisap pada -50-(-60) kpa (kilopascal) satuan tekanan udara. Keempat,  buka kran pada tabung vakum dan tunggu daya hisap mencapai tekanan yang dibutuhkan. Kelima, pasangkan milk claw pada puting sapi dan mulai proses penyedotan,” jelasnya.

Novi mengatakan,  mesin  tersebut akan terus dikembangkan dan disempurnakan dari yang  awalnya semi-otomatis menjadi otomatis.  Dia berharap mesin tersebut bisa diproduksi masal dan dipakai banyak UKM susu sapi perah di berbagai daerah. (div/mat)