22 Februari 2024

`

Mahasiswa UMM Ajari Perempuan Bulukerto Mengolah Sampah

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Di Indonesia, pengolahan dan pemilahan sampah di masing-masing rumah masih jarang dilakukan. Padahal kegiatan in sudah lumrah dilakkan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan Jepang.

 

Sejumlah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berkolaborasi dengan Trash Hero Tumapel, mengajari ibu-ibu di Desa Bulukerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, cara membuat kompos menggunakan keranjang Takakura.

 

MELIHAT hal ini, sejumlah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berkolaborasi dengan Trash Hero Tumapel, mengajari ibu-ibu di Desa Bulukerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, cara membuat kompos menggunakan keranjang Takakura.

Aulia Ramadhani, salah satu mahasiswa menjelaskan, composting merupakan rangkaian proses secara biologi untuk mengurai bahan-bahan organik, kemudian dijadikan suatu produk, contohnya humus yang lebih dikenal sebagai kompos. Metode yang dilakukan adalah menggunakan keranjang Tarakura, yang berlubang dan berbahan plastik.

Sejumlah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berkolaborasi dengan Trash Hero Tumapel, mengajari ibu-ibu di Desa Bulukerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, cara membuat kompos menggunakan keranjang Takakura.

“Sosialisasi ini tidak hanya mengajarkan masyarakat desa cara mengelola sampah menjadi produk berguna, tapi juga menyadarkan mereka akan manfaat jangka panjang, termasuk meningkatkan pemikiran dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu caranya dengan melaksanakan metode keranjang Takakura,” kata Aulia.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh nyata anak-anak muda sadar akan lingkungan dan berupaya menjaganya. Apalagi dengan menggaet organisasi lain yang membuat agenda ini mendorong anak muda lain untuk turut berkontribusi di berbagai aspek. Tidak hanya di bidang lingkungan, tapi bisa juga mengembangkan program di aspek ekonomi, sosial, religi, dan lainnya. Bahkan sosialisasi ini disponsori Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Warung Wak Breng.

“Sosialisasi ini sebenarnya merupakan implementasi mata kuliah gerakan sosial global yang diampu Bapak Ruly Inayah Ramadhoan. Melalui program ini, kami semakin bersemangat untuk melahirkan aktivitas bermanfaat lainnya,” katanya.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Aulia tidak sendiri. Ia ditemani Tuti Septichana, Fadiatul Maghfiroh, Navisa Septia,Liony Putri, Nur Rizqiah, Aisya Nazelina, Fariz Yanuar, Mareza Zulvan, dan Dimas Satria. (div/mat)