20 Juni 2024

`

Mahasiswa UM Ciptakan Pupuk Dari Limbah Tebu

2 min read
“Ide produk ini tercipta karena tingginya minat masyarakat urban terhadap tanaman hias, khususnya sukulen yang memiliki karakteristik simple untuk diaplikasikan di dalam ruangan. Sementara pada prakteknya terdapat berbagai permasalahan media tanam, seperti sistem drainase dan nutrisi. Saat ini masyarakat masih menggunakan sekam yang kurang mencukupi kebutuhan nutrisi untuk tanaman sukulen.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, berhasil menciptakan kit media tanam untuk florikultura sukulen yang fungsional dari limbah blotong tebu. 

 

Inilah lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, yang berhasil menciptakan kit media tanam untuk florikultura sukulen yang fungsional dari limbah blotong tebu.

 

PRODUK yang diberi nama Bloma ini punya manfaat 6 in 1. Pertama, mempertahankan kesehatan florikultura sukulen sistem drainase stabil. Kedua, mampu mencegah busuk akar. Ketiga, merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman secara keseluruhan. Keempat, memperbaiki kualitas klorofil pada florikultura. Kelima, menjaga stabilitas proses metabolisme pada sukulen. Keenam,  penyerapan mineral dan unsur hara yang optimal.

Lima mahasiswa tersebut, Fina Kharisma Musallamah, Novericha Khairunisa, Maulidatun Nabila, Mariatul Kiftiyah, dan Nanginatul Masruroh.

Fina, CEO Bloma, menjelaskan, dengan memanfaatkan limbah blotong tebu pabrik gula sebagai bentuk implementasi zero waste berbasis greenpreneur, Bloma menjadi media tanam yang mengandung unsur hara mikro dan makro yang dibutuhkan oleh florikultura untuk menunjang tumbuh kembangnya.

“Ide produk ini tercipta karena tingginya minat masyarakat urban terhadap tanaman hias, khususnya sukulen yang memiliki karakteristik simple untuk diaplikasikan di dalam ruangan. Sementara pada prakteknya terdapat berbagai permasalahan media tanam, seperti sistem drainase dan nutrisi. Saat ini masyarakat masih menggunakan sekam yang kurang mencukupi kebutuhan nutrisi untuk tanaman sukulen,” ungkap Fina, Rabu (21/09/2022).

Menurut Fina, perlu adanya suatu inovasi yang memiliki peluang dan menjawab permasalahan serta menyesuaikan tren yang sedang booming dikarenakan pandemi. “Bloma sebagai media tanam organik menjadi solusi yang terbuat dari limbah blotong tebu, yang dikemas dengan pouch dan nutrient spray,  sehingga sangat praktis, dan memiliki beragam manfaat bagi tanaman hias sukulen,” jelasnya.

Hal senada  disampaikan Novericha. Menurutnya, Bloma dapat membantu memperbaiki sifat-sifat struktur tanah, meningkatkan jumlah ruang pori tanah, serta serat-serat tebu dalam blotong yang mengandung sumber unsur organik untuk pembentukan humus tanah. Hal tersebut sangat potensial untuk dijadikan media tanam sukulen.

Pada kesempatan yang sama, Bella, Manager Pemasaran Bloma berharap pupuk Bloma menjadi media tanam yang digemari  masyarakat dan mengatasi permasalahan tanaman hias. “Untuk informasi dan edukasi lebih lanjut mengenai Bloma dapat dilihat pada Instagram @bloma.id dan laman blomaofficial.com,” katanya.  (div/mat)