16 Juni 2024

`

Mahasiswa PPG Prajab UM Diajari Teknik Okulasi

2 min read
“Pembelajaran salalu menghasilkan pengalaman. Peserta kelak akan membagikan pengalaman-pengalaman yang baik seperti ini kepada siswanya,” harapnya.

PASURUAN, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 75 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun Akademik 2021 Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), diajari membatik dan teknik okulasi di Kebun Pak Budi, Puwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (10/09/2022).

 

Selain diajari okulasi, mahasiswa PPG Prajab UM TA 2021 di Kebun Pak Budi, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, juga belajar membatik. Tampak para mahasiswa menunjukkan hasil batikannya.

 

Dr. MUHAMMAD Alfan, S.Pd., M. Pd., salah seorang dosen pendamping, menjelaskan, kegiatan yang dirangkum dalam program wawasan sains dan budaya ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi mahasiswa PPG selain bidang keilmuan yang saat ini dipelajari di kampus.

Mahasiswa PPG Prajab UM TA 2021 di Kebun Pak Budi, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, belajar membatik.

Sebelumnya, para mahasiswa ini juga telah menjalani pembekalan kepramukaan, pendidikan dan pelatihan dasar di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud) Karangploso,  Malang.

“Kegiatan ini untuk memberikan pembelajaran kepada para peserta PPG. Selama ini kita selalu mengkaji pembelajaran di dalam kelas. Dengan melakukan aplikasi pembelajaran di luar seperti ini, diharapkan semakin mendekatkan pembelajaran menjadi lebih nyata,” terang Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M. Pd., di sela-sela kegiatan.

Mahasiswa PPG Prajab UM TA 2021 di Kebun Pak Budi, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, belajar teknik okulasi, yaitu teknik pembiakan tanaman secara vegetatif dengan cara menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada tanaman lainnya.

Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM ini menambahkan, pembelajaran akan selalu menghasilkan pengalaman. Dengan berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa PPG, diharapkan semakin baik dalam memberikan pembelajaran kepada siswanya kelak. “Pembelajaran salalu menghasilkan pengalaman. Peserta kelak akan membagikan pengalaman-pengalaman yang baik seperti ini kepada siswanya,” harapnya.

Sementara itu, kegiatan diawali dengan fun game. Setelah itu dilanjutkan wawasan sains melalui klinik bertani dan berkebun. Mahasiswa diajak pratik melakukan teknik okulasi, yaitu teknik pembiakan tanaman secara vegetatif dengan cara menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada tanaman lainnya. Okulasi bertujuan untuk menggabungkan sifat yang baik dari masing-masing tanaman yang diokulasi sehingga mendapatkan varietas tumbuhan yang baik.

Kegiatan berikutnya adalah mempelajari budidaya ikan. Mahasiswa dijelaskan proses pembibitan ikan lele dan nila, mulai dari proses pembenihan ikan lele sampai  masa panen.  “Di bidang pertanian, mahasiswa diberikan wawasan untuk mempelajari budidaya tanaman hidroponik dan teknik menanam padi di sawah,” jelasnya. (div/mat)