25 April 2024

`

Mahasiswa Disabilitas Asal Banyuwangi Ini Sukses Meraih Mimpi

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Namanya Duwi Purnama Sidik. Dia baru saja lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur. Bahkan dia baru saja diwisuda Sabtu, (20/01/2024) lalu di Gedung Samantha Krida, bersama 763 lulusan lainnya. Gelarnya, Sarjana Komunikasi (S.Kom). IPK-nya pun tinggi, 3,65, dengan masa studi hanya 3 tahun 11 bulan.

 

Duwi Purnama Sidik saat menjalani wisuda di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Sabtu (20/01/2024) lalu. IPK-nya 3,65, dengan masa studi hanya 3 tahun 11 bulan.

 

NAMUN yang menarik dari mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi dan sekarang sedang menempuh S2 Ilmu Komputer Program Fast Track UB Malang ini adalah ia termasuk mahasiswa disabilitas. Kemana-mana harus menggunakan kursi roda.   Tapi prestasi akademiknya sangat moncer.

“Sebagai mahasiswa daksa kursi roda, saya ingin kedepannya bisa bekerja dengan duduk. Jurusan Teknik Informatika menjadi salah satu opsi. Selain itu, dari kecil saya memang suka segala hal yang berbau teknologi. Sepertinya prospek kerja di jurusan ini bagus,” katanya kepada Humas UB, belum lama ini.

Duwi Purnama Sidik bersama Rektor UB, Prof. Widodo (jongkok di samping) dan Pembantu Rektor UB, saat menjalani wisuda di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Sabtu (20/01/2024) lalu.

Selama menempuh pendidikan di UB Malang, Duwi Purnama Sidik mengaku mendapatkan banyak kemudahan. Baik akademik maupun non akademik. Dia juga aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan untuk menambah relasi dan mengasah soft skill.

Mahasiswa asal Banyuwangi —kabupaten paling timur Pulau Jawa— ini pernah menjadi anggota Pusat Komunikasi dan Informasi di Eksekutif Mahasiswa (EM), menjadi Ketua Departemen Humas di Badan Internal Olahraga dan Seni (BIOS), mengikuti kepanitiaan Informatics Education and Learning for Society Enhancement, Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Baru, Olahraga dan Seni, serta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar.

“UB memiliki Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang membantu memudahkan perkuliahan. FILKOM juga menyediakan banyak akses untuk kursi roda, sehingga memudahkan mobilisasi. Dosen dan tenaga kependidikan juga sangat support perkuliahan. Kalau ada kendala, saya sampaikan saja, pasti dibantu,” ceritanya.

Dengan segala fasilitas yang disediakan UB tersebut, Duwi pun berpesan kepada teman-teman difabel yang ingin melanjutkan studi agar tidak takut. Karena banyak orang baik yang akan membantu. “Tunjukan apa yang kau mampu, maka orang akan melihat kemampuanmu. Bukan keadaanmu,” pesannya. (div/mat)