13 April 2024

`

Listrik Konslet, Rumah Nenek 67 Tahun Ini Ludes Dimakan Si Jago Merah

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Diduga karena konsleting listrik, rumah milik Minarti (67) di Desa Kelampok RT 2/RW 2, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Kamis (02/11/2023) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.

 

Asap masih mengepul dari rumah milik Minarti (67) di Desa Kelampok RT 2/RW 2, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terbakar pada Kamis (02/11/2023) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.

 

Petugas damkar Kabupaten Malang berada di antara puing-puing rumah milik Minarti (67) di Desa Kelampok RT 2/RW 2, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terbakar pada Kamis (02/11/2023) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.45 WIB, petugas jaga damkar Kabupaten Malang menerima informasi dari Lia, warga di sekitar kejadian. Kepada petugas jaga damkar dia mengabarkan ada rumah terbakar di Desa Kelampok RT 2/ RW 2, Kecamatan Singosari.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Andrianto sebagai Komandan Regu 3, sekitar pukul 08.50 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 2 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, dan sejumlah relawan RedKar.

Petugas damkar Kabupaten Malang berada di dalam rumah milik Minarti (67) di Desa Kelampok RT 2/RW 2, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terbakar pada Kamis (02/11/2023) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 09.05 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas melakukan pemadaman. Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk memadamkan api. “Sekitar pukul 09.45 WIB api sudah berhasil dijinakkan,” kata Firmando, Kamis (02/11/2023) siang setelah kejadian.

Namun tak urung api yang diduga karena konsleting listrik itu menimbulkan kepanikan pemilik rumah dan warga sekitar. Apalagi cuaca panas dan di lokasi kebakaran banyak material yang mudah terbakar. Tapi berkat kesigapan petugas damkar, sehingga api cepat dipadamkan dan tak menjalar kemana-mana. “Akibat kebakaran, korban mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta. Kondisi rumah rusak parah. Bahkan beberapa di antaranya hangus terbakar,” kata Firmando.

Meski demikian, masih kata mantan Camat Dau dan Pakis ini, tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. “Namun diduga karena konsleting listrik. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesan Firmando. (iko/mat)