20 Mei 2024

`

Listrik Konslet, Laboratorium Komputer SMKN 1 Kepanjen Terbakar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Diduga karena terjadi konsleting listrik pada jaringan komputer, laboratorium komputer SMKN 1 Kepanjen di Jl. Abdurrahman Wahid, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Sabtu (28/10/2023) siang, sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Namun kebakaran membuat guru dan murid panik.

 

Meski ruang laboratorium komputer SMKN 1 Kepanjen di Jl. Abdurrahman Wahid, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Sabtu (28/10/2023) siang, sekitar pukul 12.30 WIB, namun sejumlah komputer masuh bisa terselamatkan.

Petugas damkar Kabupaten Malang berada di depan ruang laboratorium komputer SMKN 1 Kepanjen di Jl. Abdurrahman Wahid, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, setelah terbakar, Sabtu (28/10/2023) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Sabtu siang, sekitar pukul 12.24 WIB, petugas jaga damkar Kabupaten Malang menerima informasi dari Deny Herdianto, anggota damkar Kabupaten Malang yang kebtulan berada di sekitar lokasi kebakarani. Kepada petugas jaga damkar, dia mengabarkan laboratorium komputer SMKN 1 Kepanjen terbakar.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Syaiful Anwar sebagai Komandan Regu 4, sekitar pukul 12.30 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 3 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, dibantu 1 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik PR Gudang Baru, dan sejumlah relawan RedKar.

Kondisi di depan ruang laboratorium komputer SMKN 1 Kepanjen di Jl. Abdurrahman Wahid, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berantakan setelah terbakar, Sabtu (28/10/2023) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 12.45 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekolah, petugas melakukan pemadaman. Tak butuh waktu lama bagi petugas dan warga memadamkan api. “Sekitar pukul 12.55 WIB api sudah berhasil dijinakkan,” kata Firmando, Sabtu (28/10/2023) sore setelah kejadian.

Namun tak urung api yang diduga berasal dari konsleting listrik pada kabel jaringan ke komputer itu menimbulkan kepanikan warga sekolah. Bahkan sebagian bangunan, hangus dimakan si jago merah. Tapi berkat kesigapan petugas damkar, dibantu warga sekolah, sehingga api cepat dipadamkan dan tak menjalar kemana-mana. “Akibat kebakaran, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta,” kata Firmando.

Mantan Camat Dau dan Pakis ini menambahkan, tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. “Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesan Firmando. (iko/mat)