22 April 2024

`

Lebaran, Kendalikan Nafsu Makan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lebaran bagi masyarakat Indonesia identik dengan silaturahmi dan undangan makan-makan. Aneka makanan khas lebaran yang mengandung lemak, karbohidrat, kolesterol, dan gula tinggi, seperti ketupat, opor ayam, rendang, berbagai jenis kue kering, dan es buah, sulit ditolak.

 

Leny Budhi Harti, S.Gz, M.Si.Med

NAMUN Pakar Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Leny Budhi Harti, S.Gz, M.Si.Med, mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat saat lebaran.

“Ada beberapa cara  menjaga pola makan sehat saat lebaran. Seperti pengendalian diri, menerapkan porsi makan piringku, meningkatkan makanan berbahan sayuran, menghidangkan minuman rendah gula seperti sop buah dan infused water,” katanya, Sabtu (30/04/2022) siang.

Leny menjelaskan,  hal pertama yang dilakukan saat lebaran adalah pengendalian diri. “Pengendalian diri sangat diperlukan agar tidak balas dendam setelah puasa selama satu bulan. Kalau tidak mengendalikan diri, semua makanan pasti akan dimakan. Apabila tidak ada pengendalian diri bisa menyebabkan berat badan naik,” terangnya.

Kedua, menerapkan porsi makan sesuai konsep isi piringku.  Menurut Leny, porsi makanan isi piringku telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI. Secara konsep, porsi yang diberikan sesuai dengan umur, sesuai dengan kebutuhan masing-masing golongan umur.

“Untuk orang dewasa,  piring bundar berisikan nasi, lauk, sayur, dan buah. Dengan posisi di sisi kiri nasi dan lauk, sedangkan sisi kanan ada sayur dan buah,”katanya.

Lebih lanjut, porsi nasi lebih banyak daripada lauk, sedangkan porsi sayur sama besarnya dengan nasi, serta porsi buah sama besarnya dengan lauk. Dalam hal ini paling besar adalah porsi nasi dan sayur.

Ketiga, meningkatkan makanan berbahan sayuran. Hal tersebut sesuai dengan anjuran gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan dengan memperbanyak mengkonsumsi sayur.

Keempat, mengganti sirup dengan sop buah yang rendah gula. Hal tersebut berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan RI mengenai gizi seimbang bahwa konsumsi gula dalam sehari dibatasi hanya empat sendok makan.

“Dalam hal ini bisa menggunakan alternatif air putih seperti infus water maupun menggunakan kayu manis sebagai pengganti gula. Berdasarkan penelitian,  kayu manis dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Apabila menggunakan pemanis buatan diperbolehkan asal sesuai anjuran,”katanya.

Dengan menerapkan pola hidup sehat saat lebaran, Leny berharap kesehatan bisa terjaga setelah menjalankan ibadah puasa. “Makan makanan bergizi seimbang juga dapat menurunkan tingkat obesitas dan menyehatkan tubuh,” pesannya.  (div/mat)