18 Mei 2024

`

Kepala Sekolah Dasar Diberi Wawasan Kebangsaan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wali Kota Malang, Jawa Timur, H. Sutiaji, menegaskan, kehebatan Pancasila sudah terbukti. Dengan ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, serta keadilan, Indonesia menjadi negara yang aman dan sejahtera. Namun harus tetap diberikan penyadaran, karena tantangan ke depan semakin dinamis.

 

Para Kepala Sekolah Dasar mengikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PKW) di Hotel 101, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/07/2023) siang.

 

Wali Kota Malang, Jawa Timur, H. Sutiaji, memberikan materi Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PKW) kepada para Kepala Sekolah Dasar di Hotel 101, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/07/2023) siang.

HAL ITU ia sampaikan saat menjadi narasumber dan memberikan pengarahan Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PKW) kepada para Kepala Sekolah Dasar di Hotel 101, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/07/2023) siang.

“Betapa hebatnya Pancasila. Berisi 5 sila yang lengkap, untuk mengatur hidup dan kehidupan. Untuk berbangsa dan bernegara. Semuanya saling terkait, sila satu dan lainya. Kehebatan Pancasila sudah terbukti. Dengan ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, serta keadilan. Namun demikian tetap harus diberikan penyadaran, karena tantangan ke depan semakin dinamis. Hari ini kami memberikan wawasan kebangsaan kepada para Kepala Sekolah Dasar,” katanya.

Wali Kota menambahkan, Pemkot Malang berupaya dari semua sudut, mulai yang sudah dewasa, remaja, bahkan anak- anak, agar cinta tanah air. Apalagi sebentar lagi ada pemilu. Persatuan dan kesatuan, harus dijaga dan dijalankan. Jangan sampai terjadi gesekan gesekan yang bisa memecah belah bangsa.

Wali Kota Malang, Jawa Timur, H. Sutiaji, bersama para Kepala Sekolah Dasar yang mengikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PKW) di Hotel 101, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/07/2023) siang.

“Hari ini adalah para kepala sekolah SD. Nantinya, bisa menyampaikan kepada para siswa sejak dini. Menanamkan kepada anak didik tentang wawasan kebangsaan. Karena sebagaimana kurikulum merdeka, mengajar itu memfasilitasi, memediasi, bahkan memotifasi,” lanjutnya.

Jadi guru itu, masih kata wali kota, pahalanya sangat besar. Namun konsekwensinya juga besar. Karena itu harus melakukannya dengan ikhlas. Memberikan keteladanan yang baik. Mengembangkan pola dialogis masyarakat sekolah, termasuk memberikan support. “Buat siswa agar senang dengan potensi diri dan lingkungannya. Jadikan sekolah menjadi kebun kebangsaan. Memperkaya materi dan kegiatan bernilai kebangsaan. Manjaga komitmen tugas dan tanggung jawab,” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, menyampaikan dua hal penting yang harus ditanamkan dalam pendidikan karakter bagi siswa. Dua hal itu termasuk berpedoman pada budaya dan kearifan lokal serta memiliki akhlakul karimah.

“Pendidikan yang berkarakter harus dilandasi pemahaman akan budaya dan kearifan local agar siswa memiliki kedekatan dengan nilai kearifan lokal. Sehingga siswa mampu menjaga dan melestarikan budaya setempat sebagai identitas bangsa,” jelasnya.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah akhlakul karimah dalam pendidikan. Harus menjadi fokus utama dalam upaya membentuk generasi yang berintegrasi dengan nilai agama dan moral yang baik. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi generasi yang berbudi pekerti luhur serta mampu menghormati dan membantu sesama,” harapnya. (aji/mat)