13 April 2024

`

Kemenag Revitalisasi Masjid, Atasi Dampak COVID-19

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bimas Islam Kemenag Kota Malang, Jawa Timur, merevitalisasi sejumlah masjid untuk  membantu masyarakat terdampak COVID-19. Agenda ini telah dimulai sejak Maret 2020. Bahkan sejumlah masjid telah menghasilkan nilai ekonomi.

 

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Moh. Rosyad saat sosialisasi di masjid.

 

KEPALA Seksi Bimas Islam Kementrian Agama (Kemenag) Kota Malang Moh. Rosyad menerangkan, program ini sebagai bentuk adaptif masjid di masa pandemi, mengusung semangat menebar kedamaian dan kemakmuran.

“Ada tiga hal yang direvitalisasi. Mulai idarah yang artinya manajemen. Kemudian imarah yang artinya memakmurkan masjid,  dan riayah yang artinya menjaga fisik bangunan masjid,” terangnya.

Revitalisasi ini, kata dia, awalnya untuk merespon adanya fenomena isoman. Pada masa pandemi, ada jamaah masjid yang terdampak ekonominya, karena terbatas aktivitasnya. Selain itu ada juga terdampak sekaligus terpapar COVID-19.

“Dari kondisi itu, kami mencanangkan program, jangan hanya jamaah yang memakmurkan masjid. Tapi masjid juga bisa memakmurkan jamaah. Melalui revitalisasi ini,  kami tata masjid agar bisa sedemikian rupa,” lanjut Moh. Rosyad.

Moh. Rosyad  menjelaskan, awalnya masjid hanya mengandalkan uang sedekah dari kotak amal, khusus untuk kegiatan sosial. Tapi hal itu tidak bisa mencukupi kebutuhan yang banyak.  “Untuk itu, mulai  September 2021,  kami mengajak pengurus masjid, melakukan revitalisasi. Bisa menata, ada usaha yang dibangun untuk kemakmuran masjid beserta jamaahnya,” terangnya.

lebih lanjut Rosyad menjelaskan, dari sekitar 1.750 masjid di Kota Malang, sudah hampir 80 persen melaksanakan revitalisasi Seperti program sembako murah untuk jamaah masjid.  Meski begitu tetap ada margin keuntungan yang bisa masuk ke kas masjid. “Marbot dijadikan admin,,” ujarnya.

Melalui revitalisasi, sudah terdata secara valid siapa yang bisa mendapat fasilitas, sehingga mencegah tidak diborong atau dimonopoli satu pihak.

Selain itu, masjid juga digagas untuk menjalin kerjasama dengan beberapa penyedia jasa umrah. Karena jika ada paket dari jasa umrah, sepuluh jamaah gratis satu, maka pengurus masjid bisa ikut berangkat umrah. (aji/mat)