23 April 2024

`

Kampung Terapi Hijau Gelar Festival Batik Sukun

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kampung Terapi Hijau  (KTH), RW 3 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, menggelar Festival Batik Sukun, Minggu (03/10/2021). Kegiatan yang disiarkan dari studio dan live event ini sebagai strategi untuk mempromosikan kembali KTH yang siap dibuka untuk menerima  wisatawan.

 

Para remaja putra putri di Kampung Terapi Hijau (KTH), RW 3 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, belajar membatik saat Festival Batik Sukun, Minggu (03/10/2021).

 

LURAH Sukun, Andin Yunistianto, mengapresiasi Festival Batik Sukun kedua secara hybrid. Satu sisi, rekaman kegiatan ditayangkan. Pada saat  bersamaan event di KTH diliput dan disiarkan secara langsung secara live streaming oleh Inspire Media TV. “Ini terobosan promosi wisata. Festival ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat berkunjung kembali ke kampung ini,” katanya.

Kampung Terapi Hijau (KTH), RW 3 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, menggelar Festival Batik Sukun, Minggu (03/10/2021).

Hadir dalam ini pegiat Batik Sukun KTH & owner Rumah Kreatif Sandya Nusantara Malang Nur Zanah, Ketua PKK RW3 Erna Rudiatiningsih, Ketua KIM Kelurahan Sukun Bayu Satrio, Koordinator PK BKM Petrus Apriliyanto, Ketua Pokdarwis KTH,pelaku industri kreatif herbal Wedang Rempah Malang Dimas Yuono Septo Wibowo,  serta perwakilan Disporapar Kota Malang Qodir.

Keseruan Festival Batik Sukun tidak sekedar menunjukkan proses membatik yang dilakukan ibu- ibu dan remaja,  tapi ada juga bazar makanan tradisional, olahan makanan dan minuman herbal yang terbuat dari tanaman  di lingkungan Kampung Terapi Hijau.

Ada jajanan tradisional di Festival Batik Sukun.

Acara yang dipandu Mouzza Zee Leadies Beakers yang sudah pernah keliling Indonesia dengan motornya ini, mengajak ibu-ibu menyanyi dan berjoget dengan lagu keroncong. Acara dengan protokol kesehatan ketat ini tidak mengundang siapa pun kecuali warga pegiat KTH.

Dimas Yuwono Sapto Wibowo, Ketua KTH, mengatakan, Festival Batik Sukun sebenarnya tidak sekedar memperkenalkan batik, melainkan Kelurahan Sukun yang mempunyai ragam potensi. “Batik Sukun menjadi brand Kelurahan Sukun,  karena di sini masih banyak tanaman sukun yang dieksplorasi menjadi motif batik Sukun yang dikembangkan  KTH,” katanya.

Di tempat terpisah, Zainul Arifin, Ketua RW 3 Kelurahan Sukun mengulas sejarah perjalanan Kampung Terapi Hijau sebagai perintis kampung tematik di Kota Malang. “KTH selalu menang dalam setiap perlombaan,  karena KTH merupakan kampung yang ramah dan menjadi tempat untuk edukasi lingkungan,” kata Zainul. (div/mat)