25 Februari 2024

`

Kampung 3G, Sedot Perhatian Dunia Lewat Audio Visual

2 min read
Initiator kampung 3G, Ir Bambang Irianto serta Ulfatu Mahmudah yang memberikan presentasi video karyanya.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kampung Glintung Go Green (3G), di RW. 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini adalah dalam bentuk audio visualisasi, terkait inisiasi konsep ramah lingkungan.

 

SALAH SATU mahasiswi, Ulfatu Mahmudah dari Fakultas Tekhnik Pertanian Pertanian (FTP)  Universitas Brawijaya, menyampaikan kepada dunia lewat video kampung 3G. Cara yang diambil adalah keikutsertaannya dalam lomba yang digelar United Nation Development Programs (UNDP), program dari PBB, dalam isu perubahan iklim.

“UNDP memperlombakan ide ide kreatif yang berkaitan langsung dengan ramah lingkungan. Ketika itu, saya mencari tema obyeknya, ketemulah dengan kampung 3G. Yang mana sudah mendapat banyak penghargaan terkait dengan kepedulian lingkungan,” tuturnya, ditemui di kampung 3G, Minggu (14/10).

Setelah menemukan ide, lanjut Ulfa, ia lalu berkonsultasi dengan inisiator kampung 3G, Ir Bambang Irianto, yang juga ketua RW.23. Setelah mendapatkan persetujuan, barulah ia dan rekanya mengambil tampilan audio visual, Video You tube, untuk diperlombakan.

“Untuk bisa berpartisipasi dalam gerakan kampanye perubahan iklim, masyakat tinggal membuka video You Tube, GYVC 2018/Ulfatu Indonesia. Tonton sampai habis tanpa jeda, kemudian di like. Itu bisa dilakukan berulang, sehingga bisa bersaing dengan negera lain yang juga ikut dalam lomba yang sama,” lanjutnya.

Sementara itu, inisitor kampung 3G, Ir Bambang Irianto, menyambut baik ide dari Ulfatu. Ia berharap, masyarakat Indonesia bisa berpartisipasi dalam kepedulian lingkungan. Mengingat, isu perubahan iklim adalah permasalahan Global, yang harus diberikan solusi.

“Masyarakat bisa berpartisipasi dalam gerakan peduli lingkungan. Satu diantaranya, memberikan dukungan Visual Video kampung 3G, dengan memberikan Like, untuk menjadi yang terbanyak,” tuturnya.

Menurutnya, salah satu yang bisa ditawarkan kampung 3G adalah mempunyai branding yang kuat dan tidak ikut ikutan, memenuhi sarana edukasi serta pendokumentasian saat prosesi. (ide)