23 April 2024

`

Jual Beli Hotel, Tiga Terdakwa Diganjar Berbeda

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Terdakwa kasus dugaan penipuan jual beli hotel,  Diana (55), Sofyan (34), dan Dwi (39) diganjar berbeda dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Malang, Jawa Timur, Rabu (25/05/2022) siang.

 

Pelaksanaan sidang putusan kasus jual beli hotel di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (25/05/2022) siang.

 

DALAM sidang tersebut, majelis hakim menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Untuk terdakwa 1 Diana (Notaris) diputus 2 bulan dengan percobaan 6 bulan. Sementara terdakwa 2 (Sofyan) dan terdakwa 3 (Dwi),  masing-masing diganjar  4 bulan 15 hari.

“Terbukti melakukan tindak pidana. Untuk Diana, diputus 2 bulan dengan percobaan 6 bulan. Untuk 2 terdakwa yang lain, masing- masing 4 bulan 15 hari,” terang Judi Prasetyo, SH,  Majelis Hakim yang memimpin sidang.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Kota Malang, Djuwanto, SH, putusan penjara 2 bulan penjara tidak perlu dijalani jika dalam percobaan 6 bulan tidak ada putusan hukum lainya. “Dalam sidang itu, ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penipuan,” terangnya.

Djuwanto menambahkan, beberapa pertimbangan yang memberatkan adalah, perbuatan terdakwa telah merugikan saksi korban. Sedangkan yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. Bahkan, terdakwa Diana telah melakukan ganti rugi dan perdamaian dengan korban.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang,  Rusdianto Hadi Sarosa, SH,   mengaku pikir-pikir atas putusan tersebut.  “Kami menghormati putusan ini. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pimpinan untuk menentukan sikap selanjutnya. Kami pikir- pikir, karena putusan masih di bawah tuntutan,” jawabnya singkat

Sedangkan kuasa hukum  terdakwa Diana, Solehoddin, SH,  kemungkinan akan melakukan banding. “Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu dimintakan keadilan. Hal itu tidak muncul dalam pertimbangan majelis hakim. Karena itu kami masih pikir- pikir,” terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum  Indra Soedjoko, Suhendro Priyadi,  mengaku putusan tersebut cukup adil. “Untuk vonis yang dijatuhkan kepada Diana, menurut saya sudah wajar. Karena dia menyuruh klien saya yang membayar dan terdakwa yang menjamin. Sedangkan untuk dua terdakwa lainnya, menurut saya terlalu ringan. Namun kami tetap menghormati putusan  hakim,” jelasnya.

Seperti diberitakan, dugaan  penipuan jual beli hotel ini terjadi Januari 2021. Korban (Indra Soedjoko) mendapat penawaran hotel seharga Rp 7 miliar dari Rudiono. Ia  sudah menjalani putusan dari perkara tahun 2021.

Penjualan itu melibatkan Sofyan dan Dwi. Setelah disetujui harga,  korban memberikan uang Rp 3 miliar di hadapan Notaris (Diana). Berselang setahun, korban tidak menerima Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) dan legalitas alas hak dari hotel yang telah dibeli. Korban lantas mengirimkan somasi kepada Rudiono. Bahkan, akhirnya korban meminta pengembalian dana, hingga berakhir di pengadilan.   (aji/mat)