20 Juni 2024

`

Job Fair di UM, 39 Perusahaan Butuh 679 Tenaga Kerja  

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 39 perusahaan yang menyebar di beberapa wilayah di Indonesia, membutuhkan tenaga kerja sebanyak 679 orang dengan beberapa kategori. 

 

Ribuan orang mencari informasi pekerjaan di Job Fair dan Higher Education Expo, 7 – 8 September 2023, di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM).

 

Ketua I IKA UM, Prof. Dr. Ainin, M.Pd, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, dan Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kemenaker RI, Mokhamad Farid Ma’ruf, di lokasi Job Fair dan Higher Education Expo, 7 – 8 September 2023, di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM).

KEBUTUHAN ini terungkap saat Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia dan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (PP IKA UM), menggelar Job Fair dan Higher Education Expo, 7 – 8 September 2023, di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur.

Ketua I IKA UM, Prof. Dr. Ainin, M.Pd, menjelaskan, dari 53 perusahaan yang mendaftar, hanya 39 perusahaan yang lolos seleksi untuk mengikuti Job Fair kali ini.  “Sisanya tidak lolos karena syarat dalam Job Fair harus melaksanakan proses perekrutan secara langsung. Jadi perusahaan tidak sekedar koleksi lamaran saja. Dari 39 perusahaan itu, dibutuhkan 679 tenaga kerja,” tuturnya.

Menurut Prof. Ainin, tujuan Job Fair ini untuk memfasilitasi alumni dan mengembangkan dunia kerja, termasuk juga agar massa tunggu memperoleh pekerjaan bisa lebih pendek.  “Dengan Job Fair ini, IKA UM bisa memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai perusahaan,” harapnya.

Sejumlah mahasiswa mencari informasi pekerjaan di Job Fair dan Higher Education Expo, 7 – 8 September 2023, di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM).

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, mengatakan, melalui Job Fair ini diharapkan mahasiswa UM sejak kuliah sudah memahami tentang kebutuhan tenaga kerja di luar itu seperti apa. Bagaimana alumni UM setelah lulus tidak memperkuat barisan pengangguran. Tapi justru bisa ikut berpartisipasi untuk mengisi pekerjaan yang tersedia.  “Syukur kalau ada yang berinisiasi menciptakan pekerjaan baru,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kemenaker RI, Mokhamad Farid Ma’ruf, mengatakan, Kemenaker terus berusaha bagaimana caranya kebijakan pemerintah bisa mendukung lulusan-lulusan SMA maupun perguruan tainggi bisa segera mendapatkan pekerjaan dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran.  “Makanya kami bekerjasama dengan kampus-kampus, salah satunya dengan UM, mengadakan Job Fair seperti ini,” ujarnya.

Menurut Farid, kebutuhan dunia industri selalu berubah. Harapannya, dengan adanya Job Fair, mampu mendekatkan para pencari kerja dengan perusahaan.  “Sehingga kampus-kampus juga bisa mengantisipasi dengan membekali para mahasiswanya untuk bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja,” tandasnya. (div/mat)