23 April 2024

`

Jelang Pemilu, Pers Diminta Tidak Terprovokasi Berita Tidak Proporsional

2 min read

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mendekati pelaksanaan Pemilu 2024, media massa diminta menahan diri untuk tidak terlibat langsung pada ‘hangatnya’ rivalitas kontestasi politik, serta tetap konsisten menjaga profesionalisme pers. Apalagi kondusivitas keamanan telah tercipta baik, khususnya di Jawa Timur.

 

 

 

HAL INI disampaikan Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, kepada wartawan, Sabtu (13/01/2024). “Situasi keamanan di Jatim selama ini cukup kondusif. Semoga kondisi ini tetap terjaga hingga pelaksanaan Pemilu dan seterusnya. Maka itu pers patut mendukung dan tetap consistent in the professional corridors of journalism,” katanya.

Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim

Cak Item —panggilan akrab Lutfil Hakim— menjelaskan, dalam situasi pemilu atau bukan, aktivitas pers sejatinya telah diatur oleh aneka regulasi dan UU (Pers) untuk senantiasa menjunjung tinggi proporsionalitas dan profesionalitas, tanpa meninggalkan keberdayaannya dalam memberikan masukan, edukasi, moral strength, serta pencerahan, demi terciptanya ketenangan masyarakat.

“Seriously menerapkan kode etik jurnalistik adalah keniscayaan bagi media dalam situasi apa pun, termasuk di tengah hingar – bingar kontestasi politik menjelang pemilu. Kondusivitas keamanan yang sudah tercipta baik jangan sampai terprovokasi oleh berita – berita yang tidak proporsional. Sebab prasyarat suksesnya pelaksanaan pemilu harus ditopang oleh kondusivitas keamanan,” katanya.

Pers, kata Cak Item, wajib menjaga iklim ketenangan masyarakat yang sudah berjalan baik selama musim politik ini, khususnya di Jatim. “Jika kondisi keamanan baik, insyaallah pelaksanaan pemilu akan berjalan secara baik dan berkualitas, sehingga bisa melahirkan pemimpin serta para wakil rakyat yang juga berkualitas,” katanya.

Cak Item mengingatkan kembali komitmen bersama yang telah disepakati antara wartawan dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto saat berkunjung ke kantor PWI Jatim beberapa waktu lalu, yakni menjaga netralitas Pemilu 2024. “Menerapkan prinsip jurnalisme dan kode etik secara serius adalah bagian dari upaya netralitas, termasuk menhindar dari berita – berita yang tidak berasal dari sumber aslinya,” pesannya.

Lutfil mengapresiasi komitmen Kapolda Jatim terkait netralitas dan kondusivitas keamanan, sebagaimana disampaikan saat di kantor PWI Jatim. Terbukti hingga menjelang pelaksanaan pemilu belum nampak adanya ancaman keamanan yang berarti. “Semoga kondisi ini terus terjaga hingga suksesnya pelaksanaan pemilu,” harapnya. (iko/mat)