13 April 2024

`

Jelang Pemilu, Kapolda Jatim Ingatkan Mahasiswa UMM Bahaya Hoaks dan Black Campaign

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH, menyebut, generasi Z memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa yang lebih cerah. Tapi karena kesuksesan tidak bisa diraih dengan mudah, sehingga mahasiswa jangan pernah menyerah sekali pun terjatuh berkali-kali.

 

Mahasiswa UMM mengikuti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/09/2023) siang di kampus setempat.

 

HAL ITU disampaikannya saat membuka Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/09/2023) siang di kampus setempat.

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH, membuka Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/09/2023) siang di kampus setempat.

“Kalian memiliki potensi yang luar biasa. Kesuksesan memang tidak bisa diraih dengan mudah, pasti ada jalan terjal. Maka jangan pernah menyerah sekalipun terjatuh berkali-kali. Apalagi kuliah di UMM yang dikenal dengan lingkungan belajarnya yang mumpuni,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH, saat memberi sambutan.

Di hadapan 6.000 lebih mahasiswa baru, jenderal bintang dua ini juga menyatakan, tantangan yang kemungkinan dihadapi anak-anak muda serta peran anak muda yang ditopang potensi besar yang dimiliki Indonesia. Di antaranya, Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, geografis yang strategis, ekonomi yang diprediksi akan menjadi salah yang terbesar, energi baru terbarukan, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Potensi itu juga dihadapkan dengan tantangan. Seperti tantangan politik di pesta demokrasi 2024. Akan ada banyak kepentingan politik yang terjadi. Hoaks dan black campaign, memiliki kemungkinan besar muncul dan memecah belah,” lanjutnya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH.

Masalah lain, korupsi juga harus ditangani dengan apik. Termasuk narkoba, kesenjangan sosial, isu-isu agama, serta keamanan, dan terorisme. “Sebagai anak-anak muda, harus semangat dan inovatif. Bisa memanfaatkan potensi yang ada sekaligus mampu menaklukkan tantangan yang menghadang,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, mengatakan, UMM sudah menerapkan mekanisme lulus tanpa skripsi pada 2018 lalu. Bahkan jauh sebelum Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI) mengeluarkan kebijakan skripsi bukan lagi sebagai syarat kelulusan. “UMM sudah menggunakan mekanisme ekuivalensi dengan berbagai prestasi yang dimiliki mahasiswa untuk menggantikan skripsi,” katanya.

Menurut Fauzan, potensi serta bakat mahasiswa sangat banyak dan bervariatif. itu harus diperhatikan lembaga pendidikan. Untuk itu, UMM menyediakan wadah, semua potensi bisa berkembang. Salah satunya, center of excellence berbasis program studi serta pengabdian masyarakat. (aji/mat)