8 Desember 2022

'

CUKAI SATPOL PP KOTA MALANG

Ini Pesan Wali Kota Malang Jelang Tahun Politik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Memasuki tahun politik 2023 – 2024, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji meminta masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, tetap menjaga kondusifitas dan kedewasaan. Pasalnya, semakin dekat, mesin politik semakin dipanaskan.

 

Memasuki tahun politik 2023 – 2024, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji meminta masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, tetap menjaga kondusifitas dan kedewasaan. Pasalnya, semakin dekat, mesin politik semakin dipanaskan.

 

HAL ITU disampaikannya saat sosialisasi Penanganan Konflik (Persiapan Pilpres dan Pilkada tahun  2022) bersama Bakesbangpol, di Tychi Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (23/11/2022) siang.

“Menjelang 2023 – 2024, musim politik sudah mulai dipanaskan. Kita harus ada pendewasaan untuk menjaga stabilitas. Sudah menjadi kebiasaan kalau suhu politik naik. Kadang disengaja atau tidak, menyinggung, sehingga orang lain menjadi tersinggung,” terangnya.

Para peserta mengikuti sosialisasi Penanganan Konflik (Persiapan Pilpres dan Pilkada tahun 2022) bersama Bakesbangpol, di Tychi Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (23/11/2022) siang.

Biasanya, lanjut Sutiaji, bisa membawa kelompok. Modelnya bermacam- macam. Ada yang langsung dan tidak langsung. Bisa melalui ucapan atau minta berita-berita hoaks,  memanipulasi data,  dan lainnya.

“Bahkan memprovokasi. Maka hari ini, Bankesbangpol mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk mistigasi supaya tidak terjadi konflik,” lanjutnya.

Tidak menutup kemungkinan, masih kata Sutiaji,nantinya bisa dari bidang Kesra bekerjasama dengan Bankesbangpol. Diharapkan, tidak sampai ada yang namanya politik identitas.

Disinggung proses demokrasi dengan pilihan langsung yang mungkin menimbulkan potensi konflik, orang nomor 1 di Pemerintah Kota Malang ini berpesan agar nilai- nilai kebangsaan harus dikuatkan. “Jangan sampai tercoreng oleh agenda 5 tahunan. Gara- gara pilihan yang sebetulnya proses demokrasi menuju kesejahteraan, namun berbalik, masyarakatnya malah kacau,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tesebut, selain  tokoh agama dan tokoh masyarakat, juga menghadirkan pemateri dari Kodim 0833 Kota Malang, Polresta Malang Kota dan angota DPRD Kota Malang. (aji/mat)