16 Juni 2024

`

Ikut SPAB, Siswa SMK Sore Tulungagung Lebih Peduli Lingkungan

2 min read

TULUNGAGUNG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pelajar yang mengikuti pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan membuat mereka  lebih peduli pada lingkungan, terutama terhadap ancaman bencana yang terjadi di sekitarnya. 

 

BPBD dan SRPB Jawa Timur menggelar SPAB di SMK Sore, Jalan Mastrip, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa – Rabu (04 – 05/10/2022).

 

Pelajar SMK Sore, Jalan Mastrip, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diajari memadamkan api menggunakan APAR saat mengikuti SPAB, Selasa – Rabu (04 – 05/10/2022).

HAL INI diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Robinson Parsaoran Nadeak, saat menghadiri SPAB di SMK Sore, Jalan Mastrip, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (06/10/2022) siang.

SPAB yang diadakan BPBD dan SRPB Jawa Timur kali ini  dihelat di SMK Sore, Selasa – Rabu (04 – 05/10/2022). “Kami mengharapkan para siswa bisa menjadi lebih peduli setelah mengikuti SPAB ini, terutama terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam daerah rawan bencana,” kata Robinson.

Pelajar SMK Sore, Jalan Mastrip, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diajari menolong korban bencana saat mengikuti SPAB, Selasa – Rabu (04 – 05/10/2022).

Sementara itu, pembentukan SPAB di SMK Sore ini mendapat sambutan antusias dari para guru, siswa, dan stakeholders sekolah. Mereka mendapatkan pengalaman baru dalam pelatihan bencana. Tidak hanya simulasi, tapi juga mendapatkan pembuatan dokumen kajian risiko bencana.

Peserta SPAB yang dibuka Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Andhika Nurrahmad Sudigda ini, mendapatkan materi cukup padat selama dua hari oleh fasilitator SRPB Jatim,  Erfan Alif Pujiono, Yan Aditya Putra, dan Galuh Mulyaning Pangestu.

Di hari kedua, ditandai dengan penyerahan dokumen kajian risiko bencana oleh Kepala SMK Sore kepada perwakilan BPBD Tulungagung, Nur Khasanah. Dokumen tersebut sebagai tindak lanjut dari serangkaian kesiapsiagaan sekolah setelah mengikuti SPAB. (bri/mat)