22 Februari 2024

`

Ikut Karnaval, Pak Guru Mati

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Niat hati berpartisipasi dalam peringatan HUT RI ke 73, namun apa daya, nasib tragis harus dialami Kamat (56), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal dunia saat mengikuti karnaval budaya di desanya, Sabtu (25/08/2018).

 

 

Kamat, korban meninggal mendadak saat menjadi pendamping dalam karnaval budaya di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sewaktu di bawa ke Puskesmas.

KASUBAG Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska membenarkan peristiwa tersebut. “Benar kami menerima laporan bahwa kemarin ada kejadian seorang Guru yang meninggal akibat serangan jantung sewaktu mengikuti karnaval budaya di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan,” terang Aska, Minggu (26/08/2018).

Menurut Aska, kejadian nahas yang menimpa Guru SMP di Clumprit, Kecamatan Pagelaran terjadi saat korban sedang melakukan persiapan karnaval di lapangan desa. “Kejadian pukul 11.30, saat itu korban bersama peserta karnaval yang lain sedang menunggu pemberangkatan. Diduga akibat serangan jantung mendadak korban jatuh pingsan,” jelas Kasubag Humas baru Polres Malang.

Mengetahui korban jatuh pingsan, Samadi, kakak kandung korban yang juga sama-sama mengikuti pawai budaya segera melakukan pertolongan sembari memangil ambulance. “Korban yang dalam keadaan kritis langsung dilarikan ke Puskesmas Bantur, namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan,”ujar Aska.

Dari keterangan keluarga, korban memang sudah lama menderita penyakit jantung, ditengarai karena kepanasan dan kecapekan sewaktu bersiap mengikuti karnaval, menyebabkan penyakit yang diderita Kamat anfal.

Sesuai dengan ketentuan, pihak Polsek Gedangan meminta kepada pihak keluarga agar dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab kematian korban. “Namun pihak keluarga keberatan dan menolak, mereka beranggapan kejadian ini sebagai musibah, dan mereka bersedia membuat surat pernyataan,” pungkas Kasubag Humas Polres Malang.(diy)