23 Februari 2024

`

IKA Unisma Minta Presiden Jokowi Netral Jelang Pemilu 2024

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, menyerukan penegakan demokrasi di kampus setempat, akhir pecan lalu. Mereka meminta Presiden RI, Joko Widodo menyetop intervensi jelang Pemilu 2024.

 

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, menyerukan penegakan demokrasi di kampus setempat, akhir pekan lalu. Mereka meminta Presiden RI, Joko Widodo menyetop intervensi jelang Pemilu 2024.

 

DALAM deklarasi yang mengusung tema Matinya Demokrasi: Presiden Harus Sadar Diri tersebut dipimpin Ketua IKA Unisma, M Nuruddin. Dia menyebut alumni Unisma menyayangkan situasi demokrasi saat ini, karena mendekati pemilu 2024 kian memprihatinkan. “Situasi demokrasi di Indonesia kian hari kian memprihatinkan. Perhelatan demokrasi dalam wujud pemilihan umum presiden saat ini tidak ubahnya panggung sandiwara yang mempertontonkan arogansi presiden,” katanya.

Ketua IKA Unisma, M Nuruddin, membacakan pernyataan sikap jelang Pemilu 2024 di kampus setempat, akhir pekan lalu.

Dalam pernyataan sikap berjudul Matinya Demokrasi: Presiden Harus Sadar Diri tersebut, disampaikan lima poin sikap. Pertama, mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia untuk bersatu memastikan agar demokrasi di Indonesia tak dibajak oleh kepentingan oligarki dan dinasti.

Kedua, IKA Unisma mengajak seluruh elemen untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan jujur, adil, dan rahasia, serta bebas dari praktek dan perilaku koruptif. Ketiga, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai penyelenggara tata kelola pemerintahan untuk netral atau tidak memihak salah satu pasangan calon dalam Pemilu 2024. Keempat, Jokowi diminta agar fokus pada tugas utamanya sebagai presiden. Kelima, mendesak agar lembaga-lembaga negara bersikap dan bertindak hanya untuk kepentingan masyarakat.

Nuruddin juga menyebut, pernyataan sikap ini muncul sebagai respons Unisma terhadap permasalahan prinsip-prinsip Republik Indonesia yang makin melenceng jelang Pemilu 2024. “Kampus Unisma ini jadi yang pertama di Malang dalam menyatakan deklarasi soal demokrasi, karena memang kampus Unisma memiliki tradisi kampus perjuangan. Sebagai tanggung jawab moral politik, kami sudah muak dengan praktik-praktik oligarki yang mengabaikan prinsip luber dan jurdil,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Nuruddin menilai rezim Jokowi saat ini sudah seharusnya segera menghentikan praktik demokrasi yang kian melenceng. Salah satunya intervensi terhadap proses Pemilu 2024.

“Dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi harus menghentikan mesin lembaga negara agar tidak melakukan intervensi terhadap proses kontestasi pemilu. Presiden harus memberi afirmasi dan menekankan asas kejujuran moral politik dan etika supaya simbol kepala negara dan kepala pemerintahan berada di atas semua regulasi yang menaunginya,” terangnya.

Pernyataan IKA Unisma ini menambah daftar kampus yang menyatakan sikap atas dinamika perhelatan Pemilu 2024. Sebelumnya, pada 31 Januari 2024, sejumlah civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta juga membuat Petisi Bulaksumur yang menyatakan adanya penyimpangan etika oleh Presiden Jokowi yang notabene juga alumni UGM. (div/mat)