13 April 2024

`

Harga Beras Naik Karena Distribusi Terhambat

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Satgas Pangan Polresta Malang Kota melakukan sidak di beberapa pasar. Salah satunya, di Pasar Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/02/2024) siang. Hasilnya, kenaikan harga beras jenis premium diduga karena pendistribusian yang terhambat.

 

Tim Satgas Pangan Polresta Malang Kota melakukan sidak di beberapa pasar. Salah satunya,  di Pasar Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/02/2024) siang. Hasilnya, kenaikan harga beras jenis premium diduga karena pendistribusian yang terhambat.

 

HAL INI disampaikan Kasatgas Pangan Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto. “Kenaikan harga beras jenis premium diduga karena stok pendistribusian yang terhambat. Selain itu, biasanya masyarakat ramai-ramai menyetok beras jelang Ramadhan. Padahal sebetulnya stoknya aman. Namun harganya mengalami peningkatan,” katanya.

Kasatgas Pangan Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto memberi keterangan pers saat sidak di Pasar Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/02/2024) siang. Hasilnya, kenaikan harga beras jenis premium diduga karena pendistribusian yang terhambat.

Kompol Danang Yudanto menambahkan, kenaikan harga beras jenis premium  berkisar antara Rp 22 ribu per kilogram. Hal ini mengakibatkan beberapa bahan pangan lain ikut mengalami kenaikan. Seperti ayam potong yang seminggu terakhir naik Rp 35 ribu per kilogram.

Untuk menormalkan harga beras premium tersebut, menurut Danang, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang. Diharapkan, bisa memastikan distribus beras lancar kembali dan harga bisa turun dengan sendirinya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Pangan Polresta Malang Kota, AKP M. Roichan, menerangkan, minggu ini pihaknya sudah mengecek beberapa distributor di Kota Malang. Di antaranya, UD Sari Bumi, CV Surya Harapan, dan UD Surya Kusuma. Hasilnya, belum ditemukan adanya penimbunan atau penahanan distribusi beras. “Sementara tidak ada penimbunan. Stok pun normal,” tegasnya. (aji/mat)