19 Juni 2024

`

Hadiri 100 Tahun Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Ini Harapan Bupati Malang

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, yang berada di Jl. Masjid, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (30/05/2023) genap berusia 100 tahun. Beragam kegiatan digelar untuk merayakan satu abad lembaga pendidikan yang didirikan KH Masykur, mantan Menteri Agama RI dan pahlawan nasional ini.

 

Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri peringatan hari lahir Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari di Jl. Masjid, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/05/2023) pagi.

 

KETUA Yayasan Pendidikan Almaarif, H. Anas Noor Salim, SH, MH, menjelaskan, sekitar satu bulan sebelum puncak acara peringatan satu abad yayasan, pihaknya sudah menggelar sejumlah kegiatan. Di antaranya, pawai budaya. “Puncaknya, kami mengundang Bapak Bupati Malang, HM Sanusi, Selasa (30/05/2023), bertepatan dengan resepsi peringatan HUT Yayasan ke-100 tahun,” katanya.

Bupati Malang, HM Sanusi yang hadir para puncak peringatan HUT 100 tahun Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, di Gedung Mahmud Yunus, Jl. Masjid Singosari, berharap, Almaarif semakin termotivasi untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dengan sistem pendidikan dan dukungan sarana prasarana yang memadai.

Sejumlah guru Yayasan Pendidikan Almaarif, Singosari, menghadiri peringatan hari lahir Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari di Jl. Masjid, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/05/2023) pagi.

“Saya juga berharap, semangat peringatan 100 Tahun Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari ini diikuti dengan peningkatan kinerja, prestasi, dan pengabdian di bidang pendidikan. Terus mendorong inovasi dan kreativitas dalam mewujudkan pembelajaran yang produktif. Terus tingkatkan kualitas tenaga kependidikan secara kontinyu melalui pembekalan maupun pelatihan. Imbangi dengan strategi pembelajaran yang dinamis. Terus dorong peran aktif orang tua dalam mengawasi, mendukung, dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya,” harapnya.

Di sisi lain, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini juga berpesan kepada para orang tua murid agar tidak menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada para guru. “Walaupun guru memiliki tugas memberikan pembelajaran, namun hendaknya orang tua tidak serta merta menyerahkan sepenuhnya kepada guru,” pesannya.

Karena pembangunan bidang pendidikan adalah serangkaian proses yang saling berkaitan. Guru, murid, dan orang tua memiliki peran masing-masing yang harus mampu dikolaborasikan. Apabila salah satu komponen tidak berjalan dengan baik, dapat dipastikan perkembangan pendidikan anak menjadi tidak optimal. “Karena itu Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari harus menjadi penghubung agar para orang tua semakin aware dengan perkembangan anaknya,” jelasnya.

Bupati Malang pun berdoa, di usia ke-100 tahun ini, Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari akan semakin eksis, terus meningkat kiprahnya, serta mampu menorehkan prestasi yang tidak hanya membanggakan dan mengangkat citra sekolah, namun juga Kabupaten Malang. (iko/mat)