20 Mei 2024

`

Guru Harus Dorong Siswa Cinta Museum

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, berpesan agar masyarakat semakin mencintai sejarah. Bahkan secara khusus ia berpesan kepada para guru sejarah agar mendorong siswanya mencintai museum dan sejarah.

 

Wakil Wali Kota Malang, Ir H. Sofyan Edi Jarwoko, menghadiri pembukaaan Museum Festival Vaganza 2022, di Museum MPU Purwa, Jl. Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/10/2022).

 

HAL ITU ia sampaikan saat membuka Museum Festival Vaganza 2022, di Museum MPU Purwa,  Jl. Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/10/2022). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 13-16 Oktober 2022.

“Cintailah sejarah, karena bagian dari perjalanan kehidupan. Silahkan bercita- cita setinggi langit sekalian, namun jangan lupa jati diri warga negara Indonesia,” katanyanya.

Wakil Wali Kota Malang, Ir H. Sofyan Edi Jarwoko, menyaksikan benda sejarah yang ada di Museum MPU Purwa, Jl. Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/10/2022).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan di Museum Mpu Purwa, merupakan salah satu upaya untuk mencintai sejarah. “Namun, mengingat arahan pasar kali ini adalah para anak muda milenial, untuk itu konten acara dikemas sedemikian rupa supaya bisa anak muda banget, ” ujarnya.

“Kalau biasanya ada tampilan gamelan. Tapi kali ini, untuk performance dari para pemuda. Orkhestra dari para muda. Penyanyinya juga anak muda. Ini tentu bagus,” lanjutnya.

Museum Festival Vaganza 2022, di Museum MPU Purwa, dijadwalkan berlangsung 13-16 Oktober 2022. Sejumlah acara telah dilaksanakan. Mulai dari tampilan musik, lomba menulis untuk para siswa SD – SMP, serta kegiatan lainnya. Diharapkan, dengan sejumlah acara berkonsep anak muda, bisa menyemangati milenial untuk cinta museum. “Yang pasti bisa menyedot banyak pengunjung,” tegasnya.

Disinggung langkah menghidupkan museum untuk mendatangkan pengunjung pasca kegiatan, Edi Sofyan menyebut, hal itu bisa saja dengan dijadwalkan antar sekolah. “Ini kan gratis, jadi bisa saja para siswa datang ke sini setelah even ini,” pungkas politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dian Kuntari, S.STP..M.Si, menjelaskan, selama 4 hari acara, memang lebih kepada para muda. “Beragam acara yang dilaksanakan, salah satunya sarana sosialisasi kepada para anak muda, untuk cinta sejarah. Masuk ke museum gratis, bahkan dapat souvenir,” katanya. (aji/mat)