25 April 2024

`

Guru dan Pelajar SMAN 1 Pronojiwo Diajari Cara Hadapi Erupsi Semeru

2 min read

LUMAJANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah pelajar, guru, wakil kepala sekolah, staf, dan satpam, siswa SMAN 1 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan cara menghadapi bencana alam, Selasa – Rabu (08-09/08/2023). Mereka diajari cara menghadapi erupsi Gunung Semeru, gempa bumi, dan banjir. 

 

Sejumlah pelajar, guru, wakil kepala sekolah, staf, dan satpam, siswa SMAN 1 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan cara menghadapi bencana alam, Selasa – Rabu (08-09/08/2023). Mereka diajari cara menghadapi erupsi Gunung Semeru, gempa bumi, dan banjir. 

 

Salah seorang instruktur menjelaskan materi SPAB kepada peserta dari SMAN 1 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa – Rabu (08-09/08/2023) di sekolah setempat.

KEGIATAN Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur ini dibuka Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto.

Hadir pula Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember, Oktora Arifianto, mendampingi Kalaksa BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi.

Gatot Subroto mengungkapkan, ada ancaman bencana erupsi Gunung Semeru, gempa bumi, dan banjir.  “Tiga ancaman terbesar inilah yang berada di sekitar sekolah ini. Tentu ini menjadi atensi kita bersama. Urusan bencana menjadi urusan bersama,” katanya.

Salah seorang pelajar putri SMAN 1 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjelaskan materi saat mengikuti pelatihan cara menghadapi bencana alam, Selasa – Rabu (08-09/08/2023) di sekolah setempat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hartono, yang hadir dalam pembukaan, mengatakan, SPAB merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap risiko pengurangan bencana.  “Setiap tempat ada potensi bencana. Karena itu kesiapsiagaan terhadap bencana perlu kita tingkatkan, berupa sinergi BPBD dan Dinas Pendidikan,” katanya seraya menambahkan, pembangunan konstruksi sekolah diharapkan sesuai dengan standar agar sekolah aman bencana.

Di hari pertama, peserta diberikan materi pengurangan risiko dasar, potensi bencana sesuai wilayah Kabupaten Lumajang. Dilanjutkan pembuatan dokumen kajian risiko bencana.

Hari kedua, peserta mendapatkan pengetahuan bebat bidai penanganan korban luka dan cidera, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), edukasi pemadaman kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan tradisional (APAT). Di akhir acara seluruh peserta melaksanakan simulasi evakuasi gempa bumi. (iko/mat)