19 Juni 2024

`

Gara-gara Bakar Sampah, Lahan Kosong Terbakar, Warga Mangliawan Panik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pada musim kemarau yang didukung dengan cuaca panas seperti sekarang, kebakaran lahan memang cukup mengkhawatirkan. Hanya gara-gara bakar sampah saja, bisa berdampak luas, seperti yang terjadi di JL. Danau Tondano Raya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (29/08/2023) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Petugas damkar Kabupaten Malang menggelar apel setelah berhasil memadamkan api yang membakar lahan kosong di JL. Danau Tondano Raya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (29/08/2023) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

MEMANG tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Namun karena kebakaran tersebut dekat dengan permukiman penduduk, membuat warga sekitar panik, sehingga petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Malang harus turun tangan.

Petugas damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar lahan kosong di JL. Danau Tondano Raya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (29/08/2023) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB, Febri, warga Kecamatan Wagir yang kebetulan berada di sekitar kejadian, menghubungi petugas jaga damkar Kabupaten Malang. Kepada petugas jaga, dia mengabarkan ada lahan kosong yang terbakar di Mangliawan, Pakis.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Prastowo sebagai Komandan Regu 1, sekitar pukul 15.35 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 3 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, 1 ambulance, dan sejumlah relawan RedKar.

Petugas damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar lahan kosong di JL. Danau Tondano Raya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (29/08/2023) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 15.55 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas melakukan pemadaman. Tak butuh waktu lama bagi petugas dan warga memadamkan api. “Sekitar pukul 16.20 WIB api sudah berhasil dijinakkan,” kata Firmando, Jumat (01/09/2023) malam setelah kejadian.

Namun tak urung api yang berasal dari pembakaran sampah itu membuat lahan kosong hangus dan rusak karena dimakan si jago merah. “Api membakar lahan tebu mulai pukul 15.00 WIB dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.20 WIB. Cukup lama juga api membakar lahan tebu meski akhirnya cepat dipadamkan karena banyak pihak yang membantu, ” terang Firmando.

Mando menambahkan, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. Namun diduga karena pembakaran sampah. “Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesannya. (iko/mat)