16 Juni 2024

`

Gadis Dampit Ini Kenalkan Kopi ke Eropa

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Seorang wanita asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Aprilisfiya Handayani, sukses membawa kopi Dampit di Eropa. Mulai Helsinki, Finlandia dan Talin, Estonia.

 

Seorang wanita asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Aprilisfiya Handayani, sukses membawa kopi Dampit di Eropa. Mulai Helsinki, Finlandia dan Talin, Estonia. (ist)

APRIL —sapaan akrab Aprilisfiya Handayani– menceritakan, awal mula ia memulai usaha kopi saat mengikuti International Business Matching (IBM). Pada tahun 2023 ia mengajukan data bisnis dan dinyatakan lolos bersama sepuluh peserta lainnya.

“Saya pergi kedua tempat itu pada April lalu. Tiap-tiap peserta memiliki inovasi dan produk menarik dan berkualitas, termasuk kopi. Kebetulan kopi yang saya bawa berasal dari Dampit, tempat kelahiran saya. Keunikan kopi ini bisa dilihat dari cara perawatan yang akhirnya menghasilkan aroma khas seperti karamel. Begitu pun dengan sejarah panjang yang ia miliki,” jelasnya.

Wisudawan Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menjelaskan proses pembuatan kopi Dampit yang ia tawarkan di ajang itu. Prosesnya dimulai dengan pencucian (washed process). Kopi yang sudah dipetik kemudian harus melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga hari, kemudian digiling basah.

Setelah melewati langkah pertama, kopi perlu melalui proses semi washed yakni dicuci kembali dan dikeringkan. Kemudian yang terakhir full washed, di mana kopi kembali dicuci dan dikeringkan.

Dari ajang IBM itu, April mengaku mendapatkan banyak kesempatan untuk menjalin mitra bisnis di Finlandia dan Estonia. Hal ini dapat meningkatkan potensi ekspor dan impor Indonesia. “Finlandia dan Estonia menjadi target pasar yang bagus untuk usaha kopi, karena kegiatan jual beli antar negara masih terbuka lebar. Bahkan bisa mendapatkan keuntungan puluhan hingga ratusan juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari sebelas orang yang lolos, mereka membuat sebuah organisasi Liga Kopi Indonesia (LKI) yang dinaungi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kemudian mereka dikirim ke Helsinki dan Talin mewakili Indonesia dalam festival budaya yang rutin dilaksanakan tiap tahun sekali.

Kini kopinya sudah dipatenkan dengan nama ‘Kopi Prameswari’ dan telah mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Ke depan, ia sangat ingin mengekspor kopi dalam jumlah ebsar ke Helsinki dan Talin. Selain karena mendapatkan income yang bagus, ia juga sangat menyukai hal-hal baru yang bisa membuatnya lebih bersemangat. (div/mat)