16 Juni 2024

`

Futsal UMM Raih Perunggu di Pomprov

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim futsal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mampu memberikan medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 yang digelar di sejumlah venue di Malang Raya, Maret 2022 lalu.

 

Tim futsal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mampu memberikan medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 yang digelar di sejumlah venue di Malang Raya, Maret 2022 lalu.

 

HASIL INI bisa memberikan obat kekecewaan. Karena secara umum, UMM tak mampu masuk lima besar dalam ajang antar mahasiswa se Jawa Timur tersebut.

Inilah Tim Universitas Negeri Malang (UM) yang menjadi juara umum di Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022.

Dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 ini, UMM kalah bersaing dengan UPN Veteran Jatim, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya yang berada di posisi lima besar. Bahkan UM berhasil menjadi juara umum pada ajang yang baru pertama kali digelar ini.

Salah satu anggota Tim Futsal UMM, Dandy Ananda Satria, menceritakan,  setiap perlombaan timnya telah melakukan persiapan yang cukup lama, kurang lebih satu tahun. Dalam waktu itu, para anggota tim melakukan latihan ketat yang telah diatur  pelatih.

“Kami melakukan latihan selama satu tahun dengan durasi latihan tiga kali seminggu. Tidak hanya mempersiapkan diri untuk Pomprov, latihan ini juga kami persiapkan untuk kejuaraan lain,  seperti kejuaraan nasional (kejurnas) yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Mei mendatang,” ungkap Dandy, melalui rilis UMM yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com, Senin (04/04/2022) siang.

Inilah Tim futsal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

Mahasiswa jurusan manajemen ini menambahkan, meskipun telah melakukan persiapan yang matang, Dandy  mengaku banyak kendala selama perlombaan berlangsung. Beberapa hal yang paling memengaruhi performa tim adalah cedera dan akumulasi kartu kuning. Minimnya jumlah anggota juga membuat beberapa peran penting menjadi terganggu.

“Ketika di fase 16 dan 8 besar, kami bermain tanpa kiper murni. Hal ini terjadi karena kedua kiper kami mengalami cedera serius di pertandingan sebelumnya. Hal itu membuat mereka tidak bisa melanjutkan pertandingan. Peran kiper akhirnya diambil alih anggota yang berada di posisi lain,” ungkap mahasiswa asal Malang itu.

Banyak orang yang pesimis futsal UMM dapat maju ke babak selanjutnya. Dandy mengatakan, dari awal, tim futsal memang tidak diunggulkan untuk membawa pulang medali. Kendala yang terjadi juga menjadi tantangan yang berat bagi anggota tim. Namun dengan semangat dan kerja keras, mereka dapat melangkah sampai ke semi final dan memperoleh medali perunggu.

“Meskipun sedikit terseok, kami bangga karena bisa memenangkan pertandingan demi pertandingan dan mengamankan satu medali. Saya  berharap tim ini bisa semakin solid dan kuat sehingga kami bisa membawa pulang gelar juara di perlombaan-perlombaan selanjutnya,” pungkasnya.  (div/mat)