13 April 2024

`

Enam Mahasiswa Ini Ciptakan Aplikasi Untuk Belajar Al Quran

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, membutuhkan sarana untuk belajar Al Quran, bagi berbagai kelompok usia dan latar belakang. Karena sekitar 72% muslim di Indonesia masih menghadapi kendala dalam menguasai huruf-huruf Al Quran.

 

Inilah enam mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Inonesia, termasuk dua mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, yang membuat aplikasi untuk belajar Al Quran. Namanya, Habibul Quran.

 

MENGHADAPI tantangan literasi Al Quran tersebut, Tim Inovatif Habibul Quran yang terdiri dari enam anggota, termasuk dua dari FMIPA Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Febi Febriyanti Salina dan Fariz Indra D, menciptakan aplikasi inovatif. Namanya Habibul Quran.

Inilah aplikasi untuk belajar Al Quran buatan enam mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Inonesia, termasuk dua mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

“Aplikasi ini didesain untuk membimbing perjalanan belajar Al Quran dengan pendekatan modern dan teknologi canggih. Melalui HaQu, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif dan efektif dalam memberantas buta huruf dan meningkatkan literasi Al Quran di kalangan umat muslim Indonesia,” jelas Febi Febriyanti Salina, Senin (01/01/2024).

Febi menambahkan, HaQu tidak hanya sebagai aplikasi pembelajaran pada umumnya. Aplikasi ini juga memberikan pengalaman belajar yang unik dan interaktif bagi pengguna. “Dibuat dengan cermat oleh tim yang peduli akan pendidikan Al Quran, Habibul Quran menawarkan berbagai fitur inovatif yang menjadikan proses belajar Al Quran lebih mudah, menyenangkan, dan terjangkau,” terangnya.

Menurut Febi, Fitur unggulan Habibul Quran melibatkan latihan pelafalan ayat dan huruf hijaiyah dengan evaluasi langsung. Selain itu, audio rekaman bacaan Al Quran oleh qari terkenal juga disediakan, memungkinkan pengguna belajar melalui contoh pelafalan yang benar.

Habibul Quran dirintis oleh Febi Febriyanti Salina B dan Fariz Indra Darmawan dari Universitas Brawijaya, Mujadid Syahbana dari Universitas Indonesia, Utsman Abdurrahman dari IPB University, Giovaldi Ramadhan dari Institut Teknologi Harapan Bangsa, dan Wilbert Josef Tanumihardja dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie. Enam mahasiswa ini tergabung melalui program Bangkit Academy tahun 2023.

Tim HaQu adalah bagian dari top 20 project. Di program ini mereka bersaing dengan 787 ptogram IT lainnya. Dengan riset yang dilakukan selama 3,5 bulan sejak awal hingga rilis di PlayStore, tim ini berhasil meraih dukungan dana sebesar Rp 140.000.000 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Google. (div/mat)