25 Februari 2024

`

Disnaker Latih Ibu-Ibu Buat Tas Rajut

2 min read
Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Malang, M Sidik.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Puluhan ibu – ibu dari berbagai kelurahan di Kota Malang, Jawa Timur mendapat pelatihan membuat tas bahan rajut di Rumah Kreatif Bersama, Jl. Raya Langsep, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (06/08/2018).

 

Pelatihan membuat tas rajutan benang oleh Disnaker Kota Malang di Rumah Kreatif Bersama.

BEBERAPA produk hasta karya yang dipelajari mulai pembuatan tas dan dompet, dengan bahan rajut, yang sudah disiapkan. Para peserta yang semuanya dari kaum ibu- ibu, sangat antusias mengikuti penjelasan  materi teori dan praktek.

Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Malang, M Sidik menjelaskan, sebelum pelaksanaan pelatihan, terlebih dahulu dilakukan seleksi kepada para calon peserta pelatihan.

Para peserta pelatihan membuat tas rajutan benang harus sabar untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Yang ikut pelatihan saat ini sejumlah 57 orang. Para peserta, sebelumnya sudah menjalani seleksi oleh Disnaker bekerjasama dengan Pelangi Indonesia, yang sudah berpengalaman di bidang itu,” tutur M. Sidik, di sela – sela pelatihan.

Ia melanjutkan, seleksi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemauan calon peserta. Usai pelatihan, diharapkan peserta bisa membuat kelompok masing – masing dan melakukan pengembangan dengan pembuatan karya rajutan.

“Nantinya, akan dilakukan pendampingan. Kami akan lihat perkembanganya. Diarahkan untuk membuat kelompok dan mempraktekkan apa yang telah didapat dari pelatihan,” lanjut Sidik.

Sementara itu, Indahing Nursuyanti, pemateri menyatakan, salah satu kunci dalam membuat karya rajutan adalah ketelatenan. Selain itu juga bakat peminatan dari yang bersangkutan untuk membuat karya keterampilan tangan.

“Untuk praktek memang sebaiknya melalui private. Karena memang dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Untuk normal,  jangka pembuatan itu sangat relatif waktu yang dibutuhkan. Bisanya, sekitar 2 atau 3 hari, baru bisa menyelesaikan satu produk,” katanya.

Ia mengaku, akan selalu memonitor para peserta meskipun nantinya sudah selesai pelatihan. Hal itu dikarenakan, setiap orang bisa sangat berbeda hasilnya. Karena ketelatenan, tarikan dalam teknis pembuatan juga tidak sama setiap orang, bahkan dalam memadukan pewarnaan. (ide)