16 Juni 2024

`

Dinilai Unik, Mahasiswa Afrika Ini Ingin Bisnis Batik

2 min read
“Saya mengalami kesulitan ketika menggambar pola dan detail-detail yang kecil. Namun berkat bantuan dari salah satu staf di LPK Batik Soendari, saya bisa melanjutkan pengerjaan batik dengan lancar.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Aminata Yamama Dawo, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, asal Sierra Leone, Afrika Barat, ingin bisnis batik di negaranya. Dia sangat terpesona dengan batik Indonesia.

 

Aminata Yamama Dawo, bersama sejumlah mahasiswa asing lainnya yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

 

SAYA ingin terus belajar tentang cara membuat batik agar dapat mengenalkan batik ke orang-orang di Sierra Leone ketika kembali nanti. Selain itu saya juga ingin membuat banyak batik dan menjadikannya sebagai pakaian. Kemudian saya akan berbisnis kain maupun pakaian batik ketika sudah kembali ke Sierra Leone,” katanya, Sabtu (10/09/2022) siang.

Aminata Yamama Dawo, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, asal Sierra Leone, Afrika Barat, belajar membatik.

Mahasiswa kelahiran 1986 ini di Sierra Leone, Afrika Barat, ini mulai mengenal batik sejak mengikuti salah satu program membatik yang diselenggarakan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM beberapa bulan lalu.

Dari situ Aminata sangat menyukai warna dan corak yang terdapat pada kain batik. Menurutnya, cara membuatnya sangat unik dan menarik. Awalnya Aminata kesulitan membuat batik dan prosesnya sangat lama. Selain itu langkah-langkah yang harus dilakukan banyak.

“Saya mengalami kesulitan ketika menggambar pola dan detail-detail yang kecil. Namun berkat bantuan dari salah satu staf di LPK Batik Soendari, saya bisa melanjutkan pengerjaan batik dengan lancar,” ujar mahasiswa pascasarjana manajemen tersebut.

Lebih lanjut, Aminata bercerita, meskipun waktu pengerjaan satu kain batik sangat lama, namun program membatik yang diselenggarakan BIPA UMM terhitung singkat, hanya  satu hari saja. Oleh karenanya, ia ingin belajar lebih dalam tentang cara membuat batik di luar program BIPA.

“Saya ingin terus belajar tentang cara membuat batik agar dapat mengenalkan batik ke orang-orang di Sierra Leone ketika kembali. Selain itu saya juga ingin membuat banyak batik dan menjadikannya sebagai pakaian. Kemudian saya akan berbisnis kain maupun pakaian batik ketika sudah kembali ke Sierra Leone,” katanya.

Selain belajar batik tulis, Aminata juga turut mempelajari batik cap. Menurutnya, batik jenis ini realtif lebih mudah karena hanya mencap motif batik. Tapi ia harus menyesuaikan pola agar  batik yang dihasilkan terlihat bagus dan indah.

Aminata juga ingin mengetahui budaya-budaya lain yang ada di Indonesia. Salah satunya, masak makanan tradisional Indonesia,  seperti rendang, nasi pecel. “Saya suka belajar tentang budaya baru. Apalagi Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat istiadat yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui. Saya berharap bisa belajar banyak selama kuliah di UMM ini,” pungkasnya. (div/mat)