10 Agustus 2022

TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Pertunjukan Opera Nusantara Manunggal Diversity di ITN Malang

Dies Natalis ITN Dihibur Opera Nusantara Manunggal Diversity

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dies Natalis Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, ke-53 tahun  di kampus 1, Kamis (13/01/2021), berlangsung semarak, seiring dengan tampilnya Opera Nusantara Manunggal Diversity (ONMD). 

Pertunjukan Opera Nusantara Manunggal Diversity di ITN Malang.
ONMD menggambarkan sekumpulan generasi muda yang memiliki cita-cita luhur, menciptakan perdamaian, merajut kebersamaan dalam kehidupan melalui seni budaya.
“ITN Malang menerima 24 mahasiswa inbound Program PMM-DN 2021 dari berbagai provinsi di Indonesia. Mulai Aceh, Lampung, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Kalimantan, Jambi, dan NTT. Festival budaya  ini menjadi salah satu rangkaian dari Dies Natalis ITN ke-53,” terang Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE.
Rektor menambahkan, ONMD  diperankan mahasiswa festival budaya, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) angkatan pertama 2021.  Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa inbound dari berbagai daerah. “ONMD memadukan unsur tradisional dan modern, mengiringi gerak tari mahasiswa inbound. Berkolaborasi dengan Sanggar Karsa Budaya, Beji, Kota Batu, pimpinan Agus Mardianto,” terangnya.
ONMD diilhami semangat dan keteladanan para generasi muda pecinta seni budaya nusantara. Memiliki keprihatinan akan situasi negeri. Dimana, seni budaya, mulai tergerus perkembangan jaman.  “Mahasiswa inbound sangat menikmati iklim kuliah di ITN Malang. Selain mata kuliah yang dipilih, mahasiswa juga mengikuti modul nusantara. Mulai adat istiadat, hingga kuliner. Bahkan, keliling Malang melihat budaya, dan pariwisata,” lanjut rektor.
Sementara itu, Ade Prianggi,  salah satu mahasiswa inbound  sangat  bangga dan bahagia bisa kuliah di ITN Malang.  “Bangga dan bersyukur bisa bergabung Program PMM-DN di ITN Malang. Dengan keberagaman dan kebudayaan Kota Malang, tentu sangat berbeda dengan budaya di Aceh,” katanya. (aji/mat)