18 Mei 2024

`

Cuaca Panas, Lahan Tebu ¼ Hektar Terbakar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lahan tebu seluas ¼ hektar, milik Sunarmi (50) di Dusun Gumukmojo RT 52/RW 11, Desa Wonokerto, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Sabtu (29/07/2023) siang, sekitar pukul 11.20 WIB.

 

Mobil damkar susah payah masuk ke lahan tebu untuk memadamkan api yang membakar lahan tebu seluas ¼ hektar, milik Sunarmi (50) di Dusun Gumukmojo RT 52/RW 11, Desa Wonokerto, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/07/2023) siang, sekitar pukul 11.20 WIB.

 

Petugas Damkar Kabupaten Malang melakukan pembasahan dengan menyemprotkan air untuk memastikan api yang membakar lahan tebu seluas ¼ hektar, milik Sunarmi (50) di Dusun Gumukmojo RT 52/RW 11, Desa Wonokerto, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/07/2023) siang, sekitar pukul 11.20 WIB, benar-benar padam.

TAK ADA korban jiwa dalam kejadian ini. Namun lahan tebu seluas ¼ hektar yang sudah siap panen tersebut, hangus dimakan si jago merah. “Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, Sabtu (29/07/2023) siang.

Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Sabtu siang, sekitar pukul 11.35 WIB, Sumadyono, warga Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, menghubungi petugas jaga damkar Kabupaten Malang. Kepada petugas jaga, dia mengbakarkan ada lahan tebu di desanya terbakar.

Setelah mendapat laporan, Tim PMK yang dipimpin Maskur sebagai Komandan Regu 3, sekitar pukul 11.38 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 3 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, dan relawan RedKar.

Api membakar lahan tebu seluas ¼ hektar, milik Sunarmi (50) di Dusun Gumukmojo RT 52/RW 11, Desa Wonokerto, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/07/2023) siang, sekitar pukul 11.20 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas melakukan pemadaman. Butuh waktu lama bagi petugas untuk memadamkan api, karena angin cukup kencang, cuaca panas, dan tebu merupakan bahan yang mudah terbakar. “Sekitar pukul 14.15 WIB api baru berhasil dipadamkan,” kata Firmando.

Namun tak urung api yang diduga berasal dari pembakaran daduk itu membuat lahan tebu seluas ¼ hektar ludes dimakan si jago merah. “Api membakar lahan tebu mulai pukul 11.20 WIB hingga pukul 11.15 WIB. Cukup lama api baru dapat dipadamkan, ” terangnya.

Mando menambahkan, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. “Namun diduga berasal dari pembakaran daduk. Kerugian sekitar Rp 20 juta. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesannya. (iko/mat)