25 Februari 2024

`

Ciptakan Wartawan Profesional, PWI Gelar Safari Jurnalistik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dengan memberikan sajian dan sudut pandang yang berbeda dalam sebuah berita, akan memiliki keunggulan wartawan. Isi yang berbeda bisa didapatkan dengan pengumpulan data dari wawancara yang mendalam. 

 

Pelaksanaan Safari Jurnalistik PWI Pusat Malang Raya untuk profesional, berwawasan serta beretika.

 

HAL ITU disampaikan, Marah Sakti Siregar, Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat dalam Safari Jurnalistik PWI Pusat, PWI Malang Raya, Nestle 2018, di The 101 Malang OJ Hotel, Kamis (5/07/2018). Diharapkan, wartawan bisa semakin profesional, berwawasan dan beretika.

“Dengan memberikan sajian angle yang berbeda, menjadi salah satu keunggulan jurnalis dalam analisa. Karena itu, pentingnya perencanaan, peliputan, wawancara dan memahami obyek tulisan, sangat penting. Karena pembaca adalah raja,” tutur Marah Sakti.

Namun demikian lanjutnya, harus tetap berjalan sesuai dengan kaidah dan koridor kode etik jurnalistik yang ada. Tidak tendensius, dan harus berimbang memberikan ruang untuk semua pihak. Saat ini, media sosial sudah begitu hebatnya melawan media mainstream, karena itu wartawan harus profesional dan berintegritas.

“Sebagai wartawan, harus tetap patuh pada aturan kode etik jurnalistik. Perlunya juga, menjaga hubungan dengan para narasumber, termasuk menganalisa permasalahan serta keinginan pembaca,” lanjut pengajar LPDS ini.

Kemampuan wartawan dalam membuat berita bernilai, selain setiap saat menulis, bisa juga diperoleh melalui seminar maupun Safari Jurnalistik. Hal itu sangat penting, selain bisa menyegarkan akan profesi, juga sebagai sarana mengkualitaskan diri.

“Dalam setiap diskusi ataupun seminar jurnalistik, ambil satu dua point penting untuk difahami. Tidak harus semua materi, sehingga efektif dan maksimal,” pungkasnya.

Selain diikuti para wartawan, para pegawai kehumasan 3 pemerintah daerah Malang Raya, Kehumasan TNI Polri juga secara seksama mengikuti seminar tersebut. (ide)