22 April 2024

`

Bupati Sanusi Dapat Penghargaan Dari Kemendes

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bupati Malang, HM Sanusi, menerima penghargaan  Lencana Bakti Desa Pertama dan Lencana Bakti Ekonomi Desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di KRI Makassar, Markas Koarmada II Surabaya, Kamis (27/10/2022) pagi.

 

Bupati Malang, HM Sanusi, menerima penghargaan Lencana Bakti Desa Pertama dan Lencana Bakti Ekonomi Desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di KRI Makassar, Markas Koarmada II Surabaya, Kamis (27/10/2022) pagi.

 

PENGHARGAAN yang diserahkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd, ini karena Bupati Malang dinilai berhasil atas Capaian 100% Transformasi Pengelola Dana Bergulir Masyarakat Eks PNPM MPD menjadi BUMDesa Bersama.

Bupati Malang, HM Sanusi, menunjukkan penghargaan yang diterima dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

“Satu-satunya provinsi di Indonesia yang desa mandirinya terbanyak adalah Provinsi Jawa Timur. Padahal jumlah desa di Jawa Timur sangat banyak, tetapi hal ini bisa diimbangi dengan Desa Mandiri yang jumlahnya juga banyak,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,  dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar.

Politisi PKB ini menambahkan, di samping itu Bumdesa LKD telah dibentuk lebih awal,  jauh sebelum Undang-Undang Cipta Kerja di sahkan. “Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu melakukan pendampingan dalam mengelola dana sebanyak Rp 12,5 triliun. Alhamdulillah,  Jatim bisa mengelola desa-desa. Hal ini tentu dengan dorongan dan bantuan dari Gubernur Jatim yang sangat luar biasa, ” jelasnya.

Bupati Malang, HM Sanusi, menerima penghargaan Lencana Bakti Desa Pertama dan Lencana Bakti Ekonomi Desa dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd, di KRI Makassar, Markas Koarmada II Surabaya, Kamis (27/10/2022) pagi.

Tidak hanya itu. Menurut Halim, tolak ukur karakteristik desa harus dilihat dari SDGs Desa. Karena SDGs Desa adalah upaya terpadu untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, dari influsi keuangan target nasional 2024 sejumlah 90%, Jawa Timur sudah mencapai 92%. Artinya influsi keuangan akan seiring dengan BUMdesma yang sudah menjadi PT LKM. Ini menjadi bagian dari kekuatan keuangan dari paling bawah.

“Saya berharap kepada BUMDesma punya tugas yang sangat strategis untuk memutus mata rantai rentenir. Jika semua siap,  saya rasa kita akan berkordinasi berikutnya. Saya akan minta kepada seluruh bupati untuk memberikan insentif bunga yang dimungkinkan bisa menurunkan dari bunga bank atau dari PT LKM,” kata  Gubernur Jatim.

“Saya harap kepada PT LKM agar bisa memberikan insentif bunga yang sangat ringan.  APBD saat ini sangat mungkin bisa diformulasikan untuk bisa memberikan subsidi,  sehingga PT LKM bisa memberikan layanan yang lebih luas dari paling bawah,” jelasnya. (iko/mat)