25 April 2024

`

Bupati Sanusi Ajak Barista Gempur Rokok Ilegal

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 70 barista se Malang Raya dan kota/kabupaten tetangga, mengikuti Festival Kopi Keliling (Kopling) di Rest Area Lumba-Lumba, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023) sore.

 

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, mendampingi Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau stand peserta Festival Kopi Keliling (Kopling) yang dirangkai Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Rest Area Lumba-Lumba, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023) sore.

 

KEGIATAN yang masuk dalam rangkaian Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang diselenggarakan Satpol PP Kabupaten Malang bekerjasma dengan Bea Cukai Malang, dan KNPI ini disambut positip Bupati Malang, HM Sanusi.

Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau stand peserta Festival Kopi Keliling (Kopling) yang dirangkai Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Rest Area Lumba-Lumba, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023) sore.

”Generasi muda memang harus berkreasi. Jualan kopi seperti ini salah satu bentuknya. Dunia kopi memang sedang booming. Barista yang ikut Festival Kopling ini ternyata ada yang masih pelajar SMP dan SMA. Hal semacam ini membuat saya bangga dan mengapresiasi, karena di usia muda mereka sudah bisa berkreasi untuk membuka usaha,” jelas Bupati Malang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, mendampingi Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau stand peserta Festival Kopi Keliling (Kopling) yang dirangkai Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Rest Area Lumba-Lumba, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023) sore.

Bupati menambahkan, terkait sosialisasi gempur rokok ilegal, tujuannya untuk menekan peredaran rokok ilegal. Bersama Bea Cukai Malang terus melakukan pembinaan terhadap produsen-produsen dan memberikan kemudahan untuk memberikan izin operasional. “Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gunawan Tri Wibowo (Kepala Bea Cukai Malang) agar produsen rokok ilegal dibina dan diberi izin,” ujarnya.

Sebab, kalau rokok masih ilegal, tidak ada kontribusi terhadap pendapatan negara. Karena itu HM Sanusi berharap semua warga Kabupaten Malang, termasuk para barista yang mengikuti festival kopi dan sosialisasi rokok illegal ini, mentaati peraturan, membeli dan mengkonumsi rokok legal. (iko/mat)