25 April 2024

`

Buat Master Plan Drainase, 2028 Kota Malang Bebas Genangan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, terus berusaha mengatasi banjir yang biasanya terjadi saat hujan turun. Salah satu yang dilakukan, menyusun master plan drainase, bekerjasama dengan Universitas Brawijaya. Harapannya, Kota Malang bebas genangan tahun 2028.

 

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, terus berusaha mengatasi banjir yang biasanya terjadi saat hujan turun. Salah satu caranya, membuat saluran air di tepi jalan.

 

YOCKY Agus Firmanda, Analis Sumber Daya Air  Bidang Drainase pada kantor  Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Malang, menjelaskan, penyusunan master plan yang saat ini tengah dilakukan  tim  Universitas Brawijaya diharapkan selesai tahun depan, sehingga penanganan masalah air hujan yang sering dikeluhkan  warga Kota Malang bisa segera tuntas pada akhir tahun 2027.

Yocky Agus Firmanda

Yocky Agus Firmanda,  menjelaskan, saat ini tengah dilakukan  kegiatan pemeliharaan avoer di beberapa titik genangan. Seperti di Jalan Kawi. Dengan terselesaikannya Master Plan Drainase Kota Malang,  nanti orientasinya adanya pengurangan debit banjir di beberapa titik secara bertahap, terutama daerah langganan genangan air saat hujan deras. Seperti wilayah Bareng, Jl. Soekarno Hatta, Jalan Ahmad Yani depan Kemirahan, dan sekitar Jalan Sulfat.

“Selama ini masih kurang dipahami oleh pengembang perumahan tentang fungsi irigasi dan drainase. Buktinya, sering didapati saluran pembuangan air dari kompleks perumahan yang diarahkan ke irigasi. Padahal fungsi irigasi untuk mengairi lahan pertanian yang semakin ke ujung semakin sempit bentuk alirannya, ” jelas pria murah senyum ini.

Seharusnya, masih kata Yocky Agus Firmanda,  aliran pembuangan air dari kompleks perumahan menuju ke drainase yang berfungsi sebagai  pematusan air, dan berakhir di aliran sungai besar seperti Brantas, Amprong,  dan sungai  lainnya yang besar. (mak/mat)