20 Juni 2024

`

Bibir Anggota Damkar Bengkak Disengat Tawon Endas

2 min read
“Karena  menurut informasi yang didapat Tim Damkar, di salah satu pohon di lingkungan sekolah tersebut, terdapat  sarang tawon endas. Khawatir tawonnya menyengat murid dan guru di sekolah tersebut, akhirnya pihak sekolah menghubungi Tim Damkar untuk mengevakuasi sarang tawon tersebut.”
Petugas damkar naik tangga untuk mengevakuasi sarang tawon endas di SDN Talangagung 2, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Keganasan sengatan tawon endas (vespa avinis) benar-benar ampuh. Salah seorang anggota pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Malang yang sedang mengevakuasi sarang tawon endas di SDN Talangagung 2, Jl. Raya Gunung Kawi 462, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (23/09/2022) siang, sekitar pukul 10.0 WIB, disengat. Akibatnya, bibir korban bengkak seperti orang habis ditinju.

 

Bibir petugas damkar bengkak setelah disengat tawon endas saat mengevakuasi sarang tawon endas di SDN Talangagung 2, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Jumat (23/09/2022) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, enam petugas damkar, terdiri dari Syaiful Anwar, M. Farhan, Olive Danu P, dan Teguh Cahyono, meluncur ke SDN Talangagung 2, Kepanjen.

“Karena  menurut informasi yang didapat Tim Damkar, di salah satu pohon di lingkungan sekolah tersebut, terdapat  sarang tawon endas. Khawatir tawonnya menyengat murid dan guru di sekolah tersebut, akhirnya pihak sekolah menghubungi Tim Damkar untuk mengevakuasi sarang tawon tersebut,” jelas Firmando.

Selanjutnya Tim Damkar berkoordinasi dengan pemilik lokasi  untuk menentukan titik lokasi sarang tawon berada. Tim juga memberikan sedikit edukasi tentang bahaya dan penanganan sengatan tawon  kepada warga.

“Selanjutnya anggota tim menjangkau sarang tawon dengan peralatan sudah disediakan dan mengevakuasinya. Meski berhasil mengevakuasi sarang tawon, namun ada salah satu tawon yang lepas dan berhasil menyengat anggota tim. Akibatnya, bibir anggota tim yang disengat ini bengkak,” jelas Firmando.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto,  hal ini terjadi karena alat pelindung diri (APD) yang dipakai anggota tim  tidak memenuhi persyaratan.  (iko/mat)