20 Juli 2024

`

Berkat Aladdin, Mahasiswa FKG dan FT UB Juara di Thailand

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, membawa pulang gold medal pada ajang Thailand Inventor’s Day 2023, 2 – 6 Februari 2023 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

 

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, membawa pulang gold medal pada ajang Thailand Inventor’s Day 2023, 2 – 6 Februari 2023 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

 

THAILAND Investor’s Day merupakan ajang perlombaan internasional yang diadakan Nasional Research Council of Thailand (NRCT).  Ajang yang  menjadi wadah para mahasiswa dunia   untuk menunjukkan berbagai macam inovasi ini diikuti 24 negara dengan hasil karya 469 inovasi.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, saat berlaha di ajang Thailand Inventor’s Day 2023, 2 – 6 Februari 2023 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

Tim yang  terdiri dari 7 mahasiswa, Shofi Ramadhani (FKG), Muhamad Romadhani Prabowo (FT), M. Dilan Linoval (FT), Linda Risalatul Muyasaroh (FKG), Akmal Mulki Majid (FT), Raden Aryanta Luthfi Widyatna (FT), dan Fadhil Raditya Abhiseka (FT), dibimbing Eka Maulana, ST,MT,M.Eng (FT UB), Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes,  serta Dr. drg. Yuli Nugraeni, Sp.KG (FKG UB), memproduksi aladdin, alat sterilisasi sekaligus penyimpanan alat kesehatan.

Menurut Shofi, perwakilan tim, Aladdin merupakan inovasi alat sterilisasi. “Alat sterilisasi kesehatan yang dinamai Aladdin berfungsi sebagai alat sterilisasi sekaligus penyimpanan alat kesehatan, dimana alat sterilisasi kesehatan bermetode plasma dan solar sel yang terhubung dengan Internet of Things (IoT)”, ujarnya, Kamis (16/02/2023).

Dia menambahkan, Aladdin ini dibuat untuk mempermudah tenaga medis yang ditempatkan di daerah terpencil atau daerah yang sulit enegri listrik, agar  para tenaga medis ini tetap dapat melakukan sterilisasi dengan optimal.

Shofi juga menjabarkan beberapa kelebihan Aladdin dibandingkan autoklaf. Di antaranya, bentuknya portable, hemat daya, metode plasma, lebih murah, ukuran lebih kecil, sterilisasi lebih cepat hanya 300 detik. “Ïni lebih cepat dari pada  autoklaf yang membutuhkan 15 menit, dan terhubung dengan Internet of Things (IoT),” jelasnya.

Menurut Shofi, ide ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2018 dan telah mengalami perkembangan fitur prototype. “Kami berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Elektro,  ingin menjadikan Aladdin dikenal oleh publik dan dapat digunakan secara meluas. Kami berharap, di masa depan Aladdin dapat di produksi secara massal. Semoga dapat bekerjasama dengan perusahaan dan diproduksi serta digunakan secara massal,” harapnya.  (div/mat)