20 Mei 2024

`

BEM UM Latih Perempuan Wringinanom Buat Steak dan Nuget Dari Tempe

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM) memberikan pelatihan membuat steak dan nugget dari tempe kepada kaum ibu di Balai Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/09/2022).

 

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM) memberikan pelatihan membuat steak dan nugget dari tempe kepada kaum ibu di Balai Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/09/2022).

 

SALAH seorang anggota BEM UM, Ajie Kharisna, melalui rilis Humas UM, menjelaskan, kegiatan ini bagian dari program Sekolah Omah Wadon. Program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan tersebut diikuti lebih dari 20 ibu-ibu dan Karang Taruna Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Ajie Kharisna yang juga  Ketua Pelaksana Sekolah Omah Wadon, menjelaskan, program ini untuk meningkatkan soft skill para peserta agar dapat mendukung Desa Wringinsongo sebagai desa wisata. “Bentuk program ini berupa pelatihan membuat steak dan nugget dari tempe,” katanya, Jumat (23/09/2022) siang.

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM) mendatangkan mahasiswa Tata Boga UM untuk memberi pelatihan membuat steak dan nugget dari tempe kepada kaum ibu di Balai Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/09/2022).

Mahasiswa S1 Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UM ini menerangkan, alasan memilih tempe sebagai bahan baku, karena mudah didapatkan dan harganya murah. Selain itu tempe biasanya hanya diolah menjadi gorengan atau mendoan,  sehingga perlu kreasi baru agar memiliki nilai jual lebih.

Kegiatan Sekolah Omah Wadon juga turut dihadiri Kepala Sub Direktorat Minat, Bakat, dan Penalaran, Direktorat Kemahasiswaan UM, Subur Hariono, S.Pd. “Acara ini sudah sangat bagus. Ini terlihat dari antusias peserta terhadap pelatihan yang diberikan  teman-teman dari PPK Ormawa, ” ujarnya.

Subur juga berharap, dari program ini peserta dapat memunculkan kreasi-kreasi menu baru yang lebih banyak. Hal ini juga bertepatan dengan program yang sedang digencarkan  Presiden Jokowi mengenai ketahanan pangan nasional

Pelatihan memasak ini dipandu  Hidayat Indro, mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang. Ia merasa senang dan tertantang saat diminta menjadi pemateri. Lantaran pembuatan steak maupun nugget biasanya menggunakan daging. Namun pada pelatihan memasak kali ini menggunakan bahan baku tempe.

Erna dan Yunanik, perwakilan peserta program tersebut merespon baik kegiatan ini. “Sangat berkesan, karena kreasinya sangat bagus. Kalau biasanya steak dan nugget dibuat dari daging, kali ini dibuat dari tempe yang murah dan mudah didapatkan,” ujarnya.

Dari program Sekolah Omah Wadon ini, Erna dan Yunanik berharap Tim PPK Ormawa BEM UM dapat hadir kembali untuk memberikan pelatihan-pelatihan baru bagi ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Desa Wringinsongo.  (div/mat)