26 Juni 2024

`

Bea Cukai Amankan 700 Kg Tembakau Ilegal dan Sopir di Jl. Tol Pandaan – Malang

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 700 kg (20 karung @35kg) Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) jenis Tembakau Iris (TIS) illegal, yang tidak dikemas untuk penjual eceran, diamankan petugas Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (Bea Cukai) Malang, di Jalan Tol Pandaan-Malang KM 77, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang , Jawa Timur, Selasa (06/06/2023). Seorang sopir, IP dan dan rekannya, AS, ikut diamankan.

Petugas Bea Cukai Malang memeriksa tumpukan karung berisi tembakau iris illegal yang diamankan di Jalan Tol Pandaan-Malang KM 77, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang , Jawa Timur, Selasa (06/06/2023).

GUNAWAN Tri Wibowo, Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, melalui pers rilis yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com, Jumat (09/06/2023) petang, menjelaskan, seperti biasa, pada Selasa (06/06/2023), Tim Bea Cukai Malang melakukan patroli darat dalam rangka Operasi Gempur, menyisir jalur distribusi di wilayah Malang Raya.

“Dalam kegiatan ini, petugas mendapat informasi ada pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) jenis Tembakau Iris (TIS) tanpa dilindungi dokumen cukai. Sesuai informasi, petugas menghentikan sebuah mobil jenis diesel serba guna di Jalan Tol Pandaan-Malang KM 77, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang,” jelas Gunawan.

Tumpukan karung berisi tembakau iris illegal masih tersimpan di dalam mobil yang diamankan petugas Bea Cukai di Jalan Tol Pandaan-Malang KM 77, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang , Jawa Timur, Selasa (06/06/2023).

Hasilnya, petugas menemukan sebanyak 700 kg (20 karung @35kg) BKC HT jenis TIS yang tidak dikemas untuk penjual eceran. Kendaraan tersebut dikemudikan IP dan rekannya, AS. “Selanjutnya tim membawa barang dan sarana pengangkut ke KPPBC TMC Malang untuk dilakukan proses lebih lanjut,” terang Gunawan Tri Wibowo.

Dari hasil penindakan tersebut, total perkiraan nilai barang mencapai Rp 193.200.000,00 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 21.000.000,00. Menurut Gunawan, tembakau iris yang tidak dikemas dalam penjualan eceran, pengangkutannya harus dilindungi dokumen cukai. “Karena TIS ini tanpa dokumen, terpaksa kami tindak,” tegasnya. (bri/mat)