25 April 2024

`

BBM Naik, Pemkot Malang Gelar Operasi Pasar

2 min read
"Untuk itu, sering saya sampaikan agar pemerintah pusat terus controling harga. Bulog dikuatkan untuk sembako. Harga bahan pokok dikendalikan negara. Seperti baru- baru ini, harga minyak ditentukan negara harus sekian."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Untuk mengendalikan inflasi daerah dan meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur,  menggelar operasi pasar, Rabu (14/09/2022) di beberapa titik.

 

Wali Kota Malang, Sutiaji, melihat makanan anak-anak yang dijual di halaman luar Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (14/09/2022).

 

“OPERASI pasar ini sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi daerah dan meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga BBM. Sebenarnya, tanpa ada kenaikan harga BBM pun  inflasi kita sudah agak tinggi. Apalagi saat ini. Karena itu kami bersama Bulog dan Bank Indoneisa (BI) melakukan operasi pasar,” kata  Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, saat meninjau operasi pasar di halaman luar Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (14/09/2022).

Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau operasi pasar di halaman luar Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (14/09/2022).

Dengan adanya operasi pasar ini, tambah wali kota, daya beli masyarakat tetap terjaga. “Jadi tidak hanya mengendalian inflasi saja. Sebetulnya operasi pasar ini kurang efektif. Namun bisa  efektif jika sering dilakukan, bahkan jika memungkinkan setiap hari,” katanya.

“Untuk itu, sering saya sampaikan agar pemerintah pusat terus controling harga. Bulog dikuatkan untuk sembako. Harga bahan pokok dikendalikan negara. Seperti baru- baru ini, harga minyak ditentukan negara harus sekian,” lanjutnya.

Karena itu Pemkot Malang akan menggelar operasi pasar  terus- menerus sampai Desember 2022. Harapannya, bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM.

Sri Siti Wahyuni (30), warga Bumi Ayu, Kecamatan Kedungkandang, mengaku senang dengan adanya operasi pasar, karena sangat membantu masyarakat. “Ya sangat membantu. Karena memang ada selisih harga. Belanjanya juga tidak ribet. Tidak pakai persyaratan dan tidak dibatasi. Kalau bisa sering- sering dilakukan,” harapnya. (aji/mat)