25 Juli 2024

`

Bapenda Cetak 228.233 SPPT, Target PBB Rp 73 Miliar Optimis Tercapai

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, mencetak 228.233 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2024. Harapannya, target pendapatan PBB sebesar Rp 73 miliar dapat tercapai.

 

Pj Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, bersama sejumlah undangan, saat Launching SPPT PBB 2024 serta Pekan Panutan Lunas PBB, di halaman Balaikota Malang, Senin (29/01/ 2024) pagi.

 

Pj Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, membayar PBB saat Launching SPPT PBB 2024 serta Pekan Panutan Lunas PBB, di halaman Balaikota Malang, Senin (29/01/ 2024) pagi.

KEPALA Bapenda Kota Malang, Dr. Handy Priyanto, AP, MSi, menyebut, pada 2023, sebanyak 38 kelurahan lunas PBB. “Semoga tahun ini seluruh kelurahan (sebanyak 57 kelurahan), bisa lunas semua. Apalagi telah banyak metode pembayaran. Bisa lewat Bank Jatim atau lainnya. Bahkan di Kota Malang saat ini baru satu- satunya yang menggunakan Qiris,” terangnya.

Disinggung target PAD di tahun 2024 ini, ia menjelaskan, angkanya masih sama dengan tahun sebelumnya, sebesar Rp 73 miliar.  “Untuk penggratisan SPPT Rp 30 ribu ke bawah, baru bisa dilaksanakan tahun 2025. Tahun ini belum memungkinkan, karena Peraturan Wali Kotanya masih diproses,” katanya.

Pj Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, menjelaskan, saat ini wajib pajak bisa melakukan cetak mandiri. Selanjutnya bisa melakukan pembayaran di Bank Jatim atau di tempat lain yang ditunjuk.

Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handy Priyanto, AP, MSi.

“Kami mengapresiasi langkah Bapenda ini. Masih awal tahun sudah launching SPPT. Tahun 2023 lalu, target pendapatan PBB bisa tercapai. Tahun 2024 ini kami optimis bisa tercapai,” katanya saat Launching SPPT PBB 2024 serta Pekan Panutan Lunas PBB, di halaman Balaikota Malang, Senin (29/01/ 2024) pagi.

Di lokasi yang sama juga ditandai dengan penyerahan simbolis SPPT PBB tahun 2024 kepada perwakilan wajib pajak untuk memotivasi wajib pajak membayar pajak tepat waktu.

Wahyu Hidayat menambahkan, di awal tahun ini, sebelum dilaunching sudah ada pembayaran pajak sebesar Rp 1,7 miliar. Ini salah satu indikasi kesadaran para wajib pajak. “Kesadaran harus terus dikuatkan agar terwujud semangat kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah. Nantinya, untuk memberikan pelayanan terbaik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (aji/mat)