22 April 2024

`

Banyak Sampah, Satgas Kewalahan Bersihkan Drainase

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Satuan Tugas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satgas DPUPRPKP) Kota Malang, Jawa Timur, cukup kewalahan melakukan normalisasi drainase di seluruh Kota Malang agar tidak terjadi banjir. Sebab, personilnya terbatas, hanya 12 orang, sedangkan drainase yang harus dibersihkan banyak, menyebar di 57 kelurahan.

 

Anggota Satuan Tugas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satgas DPUPRPKP) Kota Malang, Jawa Timur, melakukan normalisasi drainase di Jl. Soekarno Hatta.

 

SEPERTI Senin (13/09/2021, lalu, Satgas DPUPRPKP melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru. Di saluran drainase tersebut, petugas masih menemukan banyak sampah yang menumpuk bercampur batu dan material sisa bangunan. Sampah tersebut menyumbat saluran drainase hingga menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan airnya meluap ke jalan raya.

Sampah yang diambil dari drainase di Jl. Soekarno Hatta, Kota Malang, dikumpulkan, untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah.

“Anggota Satgas merasa kewalahan saat melakukan normalisasi saluran drainase. Sebab, jumlah personel terbatas, sementara ada ribuan drainase yang harus dibersihkan, menyebar di 57 kelurahan,” kata Kabid Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Eko Setyo Mahanani, Rabu (15/09/2021) siang.

Dengan jumlah titik genangan yang menyebar itu, para petugas pun harus kejar-kejaran melakukan normalisasi agar bisa segera teratasi dan tidak semakin parah. “Dengan personel 12 orang, mereka harus berkejaran dengan banyaknya titik genangan. Makanya kadang teman-teman ini kewalahan,” ungkapnya.

Satuan Tugas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satgas DPUPRPKP) Kota Malang, Jawa Timur, menghimbau masyarakat agar tidak membuah sampah di drainase.

Meski begitu, di tengah keterbatasan personel, pihaknya tetap selalu berupaya maksimal untuk menyelesaikan titik genangan hingga tuntas. Karena itu, tak jarang para petugas harus lembur, berjibaku dengan sampah dan air untuk kelancaran saluran drainase. “Yang jelas kami tetap berupaya maksimal mengerjakan normalisasi saluran drainase dan titik-titik yang dilaporkan masyarakat sampai selesai,” ucap Eko.

Di sisi lain, DPUPRPKP Kota Malang juga terus meminta masyarakat agar meningkatkan kesadaran, tidak membuang sampah di drainase untuk menjaga lingkungan. “Mohon tidak membuang sampah sembarang. Mulai Pak Wali Kota hingga teman-teman DPUPRPKP, sebetulnya sudah sering mengimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan masing-masing. Namun kembali lagi ke individu. masih ada yang belum sadar pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, permasalahan semua drainase di Kota Malang sama, yakni menumpuknya sampah karena dibuang ke saluran air. Sampah-sampah tersebut diduga memang tak semuanya berasal dari masyarakat Kota Malang. Tapi banyak juga yang dari luar Kota Malang. (div/mat)