19 Juni 2024

`

Awas! 33 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Ini Rawan Cuaca Ekstrim

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah kabupaten/kota  di Jawa Timur perlu mewaspadai terjadinya cuaca ekstrim. Sebab, berdasarkan model cuaca numerik  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia —termasuk Jawa Timur—- dalam beberapa hari kedepan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan, lebat, hingga  ekstrim.

 

Akibat diterjang angin kencang, sebuah pohon berukuran besar, tumbang di Jl. Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 27 Desember 2022 lalu.

 

BEBERAPA wilayah di Jawa Timur yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem di antaranya Kota Batu, Kota dan Kabupaten Blitar, Magetan, Pacitan, Tulungagung, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten  Bondowoso, dan Kabupaten Nganjuk.

Akibat diterjang angin kencang, sebuah pohon berukuran besar, tumbang di Jl. Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 27 Desember 2022 lalu. Pengguna jalan harus putar balik, mencari jalan alternative.

Selain itu juga terjadi di Kota dan Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lumajang, Ponorogo, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Trenggalek, Gresik, Lamongan, Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Tuban, Pamekasan, Sumenep, Jember, dan Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Taufiq Hermawan, Rabu (04/01/2022). “Memperhatikan kondisi dinamika atmosfer saat ini, ada kemungkinan terjadi peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur dalam sepekan ke depan,”jelasnya melalui rilis link BMKG Juanda.

Taufiq Hermawan menjelaskan,adanya pola tekanan rendah Ex-TC Ellie di Australia bagian utara yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di beberapa wilayah pulau Jawa, perlu diwaspadai peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai lebih dari 20 knot atau sekitar 40 kilometer per jam dari pagi hingga sore hari di seluruh wilayah Jawa Timur.

Andang Kurniawan, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Selain itu, cuaca ekstrem yang disebabkan aktifnya La Nina, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin, di beberapa wilayah di Jawa Timur, juga  patut diwaspadai terjadi bencana hidrometeorologi. Seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es,  maupun tanah longsor,” tegasnya.

Ia mengatakan,  beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya cuaca ekstrem tersebut, di antaranya Kota Batu, Kota dan Kabupaten Blitar, Magetan, Pacitan, Tulungagung, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Nganjuk.

Selain itu juga terjadi di Kota dan Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lumajang, Ponorogo, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Trenggalek, Gresik, Lamongan, Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Tuban, Pamekasan, Sumenep, Jember, dan Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Terpisah, Andang Kurniawan, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membenarkan kabar ini. “Benar Mas yang dijelaskan di atas. Tapi masyarakat diimbau agar tidak panic. Cukup meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan,” pesannya.

Andang menambahkan, kemungkinan hujan akan lebih mudah turun di periode siang, sore,  atau malam hari. Karena saat ini sedang berada dalam kondisi musim hujan. “Masyarakat diimbau agar selalu waspada atas dampak-dampak yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Seperti pohon tumbang, tanah longsor, banjir,  dan angin puting beliung,” katanya.

Menurut Andang, walaupun cuaca ekstrem terjadi pada awal tahun 2023, namun hal itu lumrah terjadi setiap tahun. “Kita perlu berlatih menyikapi banjir informasi yang ada agar emosionalitas tidak membajak rasionalitas kita,” tandasnya.  (div/mat)