20 Juli 2024

`

Anggota DPRD Ini Berhasil Perjuangkan 572 GPAI Ikut PPG Gratis

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Ada kabar baik bagi para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang belum sertifikasi. Rencananya, pada tahun anggaran 2023 ini,  sebanyak 572 GPAI akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Biayanya ditanggung Pemkab Malang.

 

Ahmad Andi, SH, MHum

KABAR baik ini disampaikan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Andi, SH, MHum, Senin (09/01/2023) siang di kantornya. “Jadi, pada tahun anggaran 2023 ini, Pemkab Malang sudah menyediakan anggaran sekitar Rp 4,4 miliar. Dana ini dipakai untuk membiayai PPG sebanyak 572 GPAI se Kabupaten Malang, dengan asumsi biaya PPG untuk satu orang GPAI sebesar Rp 5 juta,” katanya.

Politisi Nasdem ini menambahkan, para guru agama Islam yang mengajar di sejumlah SDN/SMPN di Kabupaten Malang tersebut akan mengikuti PPG di UIN Malang. Sebab, sesuai ketentuan, PPG bagi GPAI hanya boleh dilakukan di UIN Malang. “Dengan adanya program PPG bagi 572 GPAI di tahun anggaran 2023 ini, berarti sudah tak ada lagi  guru agama Islam yang belum mengikuti PPG. Karena, pada tahun anggaran 2022 lalu,  sebanyak 40 GPAI juga sudah mengikuti PPG dengan biaya dari APBD Kabupaten Malang.

Menurut Ahmad Andi,  setelah para guru ini mengikuti PPG, mereka akan mendapat uang  sertipikasi sekitar Rp 1,5 juta per bulan dari Kementerian Agama. Tanbahan uang sertipikasi ini akan dibayar sampai mereka pensiun. “Coba bayangkan kalau para guru ini tidak ikut PPG dan tak dapat sertipikasi, mereka hanya dapat honor sekitar Rp 300 ribu – Rp 400 ribu per bulan.  Tapi dengan ikut PPG dan dapat sertipikasi, mereka akan dapat tambahan uang Rp 1,5 juta per bulan,” tandasnya.

Keberhasilan 572 GPAI mengikuti PPG tanpa biaya ini tak lepas dari perjuangan Ahmad Andi saat pembahasan anggaran tahun 2023 di DPRD Kabupaten Malang.  “Jadi, pada  tahun anggaran 2022 lalu sudah ada 40 orang GPAI yang ikut PPG gratis, karena dibiayai APBD Kabupaten Malang. Lalu Kementerian Agama Kabupaten Malang minta bantuan agar diupayakan ada PPG lagi, karena masih ada 572 guru agama Islam yang belum ikut PPG. Akhirnya saya koordinasikan dengan teman-teman Pemkab Malang. Alhamdulilah berhasil,” katanya.  (mat)