25 April 2024

`

AMK : Masyarakat Jangan Terprovokasi Pasca Insiden Kanjuruhan

2 min read
“Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Malang. Kami mengajak untuk bersama-sama mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Untuk itu agar mempercayakan kepada tim penanganan yang sudah dibentuk pemerintah."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Aliansi Malang Kondusif (AMK) yang beranggotakan puluhan organisasi kemasyarakatan, menyerukan masyarakat Malang Raya agar tidak terprovokasi pihak yang tidak bertanggung jawab, menjaga kondisi tetap kondusif, serta ikut mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

 

Aliansi Malang Kondusif (AMK) yang beranggotakan puluhan organisasi kemasyarakatan, menyerukan masyarakat Malang Raya agar tidak terprovokasi pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

PERNYATAAN sikap ini disampaikan atas dinamika yang terjadi pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022) malam yang menelan 132 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.

“Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Malang. Kami mengajak untuk bersama-sama mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Untuk itu agar mempercayakan kepada tim penanganan yang sudah dibentuk pemerintah,” terang Nur Junaidi, Kordinator AMK, saat menyampaikan pernyataan sikap di Aula DPD LDII, Sukun, Kota Malang, Rabu (12/10/2022) malam.

Koordinator AMK, Nur Junaidi serta para Ketua Ormas saat menyampaikan sikap.

Nur Junaidi menambahkan, AMK juga berharap masyarakat  Malang Raya tidak terprovokasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena diduga sengaja menunggangi suasana duka masyarakat untuk kepentingan tertentu. “Semoga para korban meninggal hunul khotimah. Korban sakit diberikan kesembuhan,” katanya.

“Kami meminta para tokoh di Kota Malang maupun di tingkat nasional, tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial. Karena dapat menimbulkan suasana gaduh di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Para ormas yang tergabung dalam AMK tersebut berharap agar semua pihak turut serta memberikan suasana yang damai dan sejuk. Sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sementara itu, sejumlah ormas yang turut serta menyatakan sikap mulai, LDII, FP LDII, GP Ansor, Banser, Forkom, Laskar Aswaja, PPIQ Darul Hidayah, PITI Kota Malang, Senkom, Alumni Halokes, PPMR Pewarna, Brigade Gus Dur, Gusdurian, Malang Sound Comunity, BMGK, serta Kokam Muhammadiyah.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesai (PITI) Malang Raya, H. Sugiarta Tantia, menerangkan, tujuannya tergabung dalam kelompok ini untuk kondusifitas Kota Malang. “Tujuan kami jelas, untuk kondusifitas Kota Malang terkait tragedi Kanjuruhan. Kami mendukung dan membantu penegakan hukum. Masyarakat tidak mudah terbawa oleh informasi atau pernyataan yang tidak benar,” jelasnya.  (aji/mat)