22 Februari 2024

`

Amankan Perjalanan Nataru, KAI Surabaya Siapkan 458 Petugas Keamanan, Pasir, dan Batu Kricak

2 min read

SURABAYA | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di periode angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (nataru), PT KAI Daop 8 Surabaya, memetakan 2 daerah perhatian khusus, 29 lokasi perlintasan rawan, menyiagakan 42 petugas pemeriksa jalur ekstra, dan menyiagakan menyiagakan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 5 titik daerah terdekat yang dianggap rawan.

 

KAI Daop 8 Surabaya, menggelar Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2023/2024 di halaman Kantor Daop 8 Surabaya, Kamis (21/12/2023) pagi.

 

KAI Daop 8 Surabaya, menjamin keamanan dan keselamatan pelanggan yang melakukan perjalanan selama Natal dan Tahun Baru 2023/2024.

EXECUTIVE Vice President (EVP) KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, menjelaskan, AMUS tersebut berupa karung, pasir, batu kricak, hingga peralatan yang diperlukan untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang menghambat perjalanan KA.

“Sebagai langkah peningkatan keamanan dan ketertiban (kamtib) dalam perjalanan kereta api, stasiun, dan jalur kereta api, KAI melakukan koordinasi kewilayahan dengan aparat setempat serta senantiasa meningkatkan pengamanan operasi pada daerah pengawasan kamtib. KAI menyiapkan tenaga kamtib yang terdiri dari 458 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan,” jelas Wisnu Pramudyo usai Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2023/2024 di halaman Kantor Daop 8 Surabaya, Kamis (21/12/2023) pagi.

KAI Daop 8 Surabaya, mengerahkan 458 petugas keamanan untuk mengamankan perjlanan nataru .

Wisnu menambahkan, ratusan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan. Di samping itu, para petugas pengamanan juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan.

“KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik yang memiliki potensi rawan, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan di perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif serta mengoptimalkan seluruh stakeholders, termasuk masyarakat sekitar,” jelas Wisnu.

Di samping itu, KAI telah memastikan keandalan sarana dan prasarana, bersama Kementerian Perhubungan serta melakukan Ramp Check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta untuk memastikan kereta api dalam kondisi prima. Sebanyak 62 lokomotif dan 331 kereta, siap dioperasikan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggan KAI.

“Dari sisi fasilitas, KAI telah mempersiapkan dengan optimal mulai dari memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga keluar area stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta terus dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan,” ujar Wisnu Pramudyo. (div/mat)