26 Juni 2024

`

Amankan Nataru, KAI Terjunkan 495 Petugas Keamanan

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di masa angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (nataru), PT KAI Daop 8 Surabaya, menyiapkan 24 penjaga daerah rawan, 495 petugas keamanan, dan menyiagakan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 5 titik daerah terdekat yang dianggap rawan.

 

Sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jasa kereta api, KAI menyiapkan total 495 petugas pengamanan.

 

Penumpang KAI akan mendapatkan pelayanan maksimal selama perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

HAL INI disampaikan Direktur Pengelolaan Sarana PT KAI (Persero), Eko Purwanto, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023 di halaman Kantor Daop 8 Surabaya, Kamis (22/12/2022) pagi. Apel Gelar Pasukan ini menandai hari pertama dilaksanakannya masa angkutan Natal dan Tahun Baru PT KAI selama 18 hari, dari 22 Desember 2022 sampai   8 Januari 2023.

Menurut Eko Purwanto, AMUS tersebut berupa karung, pasir, batu kricak, hingga peralatan yang diperlukan untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang menghambat perjalanan KA. “Sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jasa kereta api, KAI menyiapkan total 495 petugas pengamanan,” katanya.

Direktur Pengelolaan Sarana PT KAI (Persero), Eko Purwanto, menyematkan tanda kepada petugas yang diterjunkan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023 di halaman Kantor Daop 8 Surabaya, Kamis (22/12/2022) pagi.

Menurut Eko, mereka ini berasal dari unsur internal dan eksternal perusahaan. Ratusan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan.  “Di samping itu, para petugas pengamanan juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan. KAI sebagai salah satu moda utama transportasi nasional pada masa libur Natal dan Tahun Baru, berkomitmen memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” katanya.

Eko Purwanto menegaskan, keselamatan dan keamanan kereta api menjadi prioritas utama. Karena itu KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik rawan bencana, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan kefungsian dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar.

Pada angkutan nataru 2022/2023 ini, KAI menyediakan 455.570 tempat duduk. Sampai 21 Desember 2022, KAI telah menjual 227.532 ribu tiket KA jarak jauh dari total 455.570 tiket yang disediakan.

Di samping itu, KAI telah memastikan keandalan sarana dan prasarana serta melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta untuk memastikan kereta api dalam kondisi prima. Sedanhkan dari sisi fasilitas, KAI telah mempersiapkan dengan optimal mulai dari memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga keluar area stasiun tujuan. “Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta, terus dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan,” tegasnya.

Pada angkutan nataru 2022/2023 ini, KAI menyediakan 455.570 tempat duduk selama periode tersebut. Sampai  21 Desember 2022, KAI telah menjual 227.532 tiket KA jarak jauh dari total 455.570 tiket yang disediakan. “Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa angkutan nataru ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” harap Eko Purwanto.

Eko Purwanto, mengatakan, seluruh jajaran KAI, mulai staf hingga top managemen, akan melakukan posko angkutan nataru guna memastikan operasional kereta, pelayanan, dan penerapan protokol kesehatan di stasiun berjalan baik. “Dengan dimulainya angkutan nataru, KAI telah menyiapkan segala sumber daya untuk melayani pelanggan secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan secara keseluruhan,” jelasnya.

Untuk aspek SDM, seluruh petugas operasional, seperti masinis dan asisten masinis, siap mematuhi SOP. Para petugas frontliner, seperti kondektur, prama/prami, dan customer service, dipastikan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. “KAI konsisten memberikan perhatian terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,  terutama di peak season seperti angkutan nataru,” jelas Eko. (div/mat)